<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637</id><updated>2011-07-30T17:05:30.597-07:00</updated><title type='text'>Kapita Selekta</title><subtitle type='html'>- Vyfi Anggraini / NIM : 915070139
- Cristiani Pratama / NIM : 91507089
- Theresia Jessica Ong / NIM : 915070174
- Evelyn Christiansen / NIM : 915070006
- Ellistina / NIM : 915070192</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-5924584405251977374</id><published>2010-06-23T15:25:00.001-07:00</published><updated>2010-06-23T15:25:47.313-07:00</updated><title type='text'>TUGAS KELOMPOK - UAS - INDERA, RASIO DAN INTUISI</title><content type='html'>Indera dan rasio, dan Intuisi&lt;br /&gt;Pertama bagi indra dan pengalaman manusia memang berada dalam keadaan yang begitu kompleks. Sementara itu, alam yang tak bisa dipahami, meskipun pemahaman  itu, sungguh bukan alam yang bisa dimengerti. Kompleksitas data itu mengobarkan dalam benak manusia kerinduan akan penjelasan yang sederhana, yang bisa membantunya bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum penjelasan yang sederhana itu diperoleh, manusia dan leluhur primatnya mengandalkan kelangsungan hidup pada indranya, pada apa yang langsung dilihat oleh matanya, pada apa yang langsung didengar oleh telinganya, pada apa yang langsung dirasakan oleh kulitnya. Nalar memang belum banyak digunakan, dan kalaupun dipakai maka itu lebih berupa nalar indra, yakni nalar yang disusun dengan mengandalkan data-data spontan indrawi. Nalar indra adalah nalar asosiatif yang &lt;br /&gt;cenderung mengaitkan sebuah tanda dengan peristiwa yang kaitan logisnya bisa sangat lemah, atau dasar pemikiran yang sangat rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara linguistik, "nalar indra" merupakan oksimoron (contoh lain: cahaya gelap), sementara "nalar dunia" adalah pleonasme (contoh lain: cahaya terang). Sebagaimana tak ada cahaya yang benar-benar gelap, begitu juga tak ada makhluk hidup yang tak bernalar karena bahkan organisme bersel tunggal pun, dengan "sistem indra"-nya yang sederhana, terbukti memiliki penalaran sendiri yang membuatnya bisa meneruskan arus genetiknya di tengah dunianya yang terbatas. Kegiatan indra memang tak &lt;br /&gt;punya kekuatan dengan penalaran logis. Indra mengaitkan diri pada trauma dan prasangka yang tak &lt;br /&gt;harus logis. Sementara kegiatan nalar adalah kegiatan yang dengan sendirinya membangun struktur, dari struktur yang sederhana ke struktur yang kian nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, indra itu terbukti berguna terutama ketika informasi lingkungan tidak jelas peristiwa-peristiwa terjadi seakan tanpa kaitan yang jelas.Kejadian alam, memang menunjukkan sejumlah keteraturan, lewat perubahan siang dan malam, pertukaran musim, lewat kelahiran dan kematian. Pengamatan dan ingatan atas keteraturan itu memberi jalan pada manusia untuk memahami kaitan-kaitan antarperistiwa, membaca tanda-tanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi manusia untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan, adalah berupa :&lt;br /&gt;1. Indera eksternal, atau yang biasa dikenal dengan panca indera,  dimana dengan  indera ini pengamatan dan ekperimen dapat dilakukan;&lt;br /&gt;2. Intelektual, atau biasa disebuat dengan rasio (logika),  dan tentunya yang tidak dikotori dengan sifat-sifat buruk yang menguasai kehendak-kehendak dan khayalan-khayalan, serta bebas dari peniruan buta (taqlid);&lt;br /&gt;3. Inspirasi, hal ini  berada diluar dari kemampuan nalar manusia, karena datangnya atau kehadirannya bisa begitu saja datang atau secara tiba-tiba saja terbesit di dalam benak kita (tanpa proses pembelajaran) .&lt;br /&gt;Ketiga potensi yang ada pada manusia diatas, saling menunjang antara  satu dengan yang lain. Indera untuk mengamati atau observasi terhadap gejala-gejala alam,  kemudian rasio untuk berfikir tentang rahasia di balik fenomena alam yang beaneka ragam, dan imajinasi untuk mengembangkan hasil- hasil penemuannya dan dari hasil penemuan-penemuan yang diperolehnya itu, selanjutnya diolah, diteliti lebih lanjut, dan yang kemudian diterapkan menjadi teknologi seperti yang ada sekarang ini, salah satunya adalah apa yang sedang kita pergunakan saat ini (internet).&lt;br /&gt;Ada pula satu lagi kelebihan manusia yang tak dimiliki makhluk lainnya yaitu dinamakan intuisi atau pengilhaman. Walaupun seringkali dianggap orang sebagai sesuatu yang gaib/abstrak, namun cara kerja intuisi ini dapat dibuktikan secara logika dan empiris. Hanya saja pembuktian secara empiris lebih sulit dilakukan. Karena pada umumnya intuisi tidak terkelola dengan baik hanya bersifat spontanitas saja. Pembuktiannya juga lebih sering bersifat kejadian spontanitas sehingga dianggap kejadian yang kebetulan semata yang tidak ada hubungannya. Sering orang – orang menganggap bahwa intuisi sama dengan perasaan (feeling). &lt;br /&gt;Intuisi memiliki ciri-ciri seperti: &lt;br /&gt;1. terjadi tanpa kita sadari dan tiba-tiba&lt;br /&gt;2. biasanya berasal dari alam bawah dasar &lt;br /&gt;3. terjadi pada situasi yang tak diperkirakan dan jarang terjadi &lt;br /&gt;4. tajam tidak tajamnya tergantung pada pengalaman seseorang&lt;br /&gt;5. intuisi akan muncul dibarengi dengan perasaan yang aneh atau perasaaan ada sesuatu yang tak beres.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-5924584405251977374?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/5924584405251977374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-indera-rasio-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/5924584405251977374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/5924584405251977374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-indera-rasio-dan.html' title='TUGAS KELOMPOK - UAS - INDERA, RASIO DAN INTUISI'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-4881836339162459442</id><published>2010-06-23T15:24:00.001-07:00</published><updated>2010-06-23T15:24:12.954-07:00</updated><title type='text'>TUGAS KELOMPOK - UAS - MEMBANGUN MEDIA ONLINE</title><content type='html'>-MEMBANGUN MEDIA ONLINE-&lt;br /&gt;Oleh : Suwardjono&lt;br /&gt;Media online adalah sarana pembelajaran yang cukup efektif yang saat ini cukup di minati oleh  semua kalangan, baik kalangan mahasiswa, siswa sekolah menengah, dan beberapa praktisi pengajar pendidikan seperti dosen, dan guru. Di era perkembangan pendidikan saat ini, segala macam tekhnologi sudah semakin berkembang dengan canggih. Dengan memanfaatkan media online, yang berfungsi sebagai bahan tambahan untuk mengakses segala informasi yang di butuhkan dalam pendidikan, nampaknya media online memang menjadi situs yang sedang berkembang saat ini. Melalui media online, orang- orang tidak hanya dapat mengekses informasi yang di butuhkan namun juga dapat saling bertukar informasi melalui forum diskusi yang terdapat pada media online tersebut. Media online yang terdiri dari blog, wikipedia, dll merupakan beberapa contoh dari bentuk media online. Segala yang terakses dalam media online tersebut, merupakan informasi yang di buat dengan benar adanya. Bila terdapat kemungkinan mengenai kesalahan informasi yang terdapat pada media online tersebut, tentunya akan langsung di ralat oleh yang menulis situs tersebut.&lt;br /&gt; Mengapa harus masuk media online ? Salah satunya dari sekian banyak alasan untuk masuk ke media tersebut adalah dunia sudah berubah. Perkembangan zaman yang semakin canggih, membuat orang- orang tidak lagi mencari informasi dari buku atau media cetak lain seperti koran, atau majalah. Dengan memikirkan kecepatan waktu untuk dapat memperoleh informasi dengan cepat melalui media online, orang tentu langsung lebih memilih untuk mengakses media online seperti blog- blog yang sudah banyak terdapat pada situs internet. Dengan mengakses blog, maka informasi dapat dengan cepat di peroleh tentunya dapat melakukan interaksi juga dalam media tersebut. Orang juga cenderung untuk membuat tulisannya lalu mengunggah (upload ) ke blog- blog yang mereka buat. Hal ini mendapat antusiasme para pengakses jejaring sosial. Mereka pun sering meng-upload bahan pembelajaran mereka atau tulisan ke dalam blog untuk dapat di publikasikan pada orang- orang sehingga orang- orang yang mengunjungi blog mereka mendapatkan tambahan informasi. Adapun kelebihan media online lainnya di tinjau dari aspek komunikasi, yang mengaitkan komunikasi dua arah. Mengapa demikian ? Hal ini karna adanya keterlibatan pembaca dalam media online tersebut. Segala bentuk seperti komentar yang di post dari pembaca dalam situs media online, merupakan bentuk komunikasi dua arah. Forum diskusi yang di sediakan pada blog- blog tersebut itulah yang memunculkan beberapa orang yang saling terkait untuk berkomunikasi pada blog. Bentuk jejaring sosial lainnya seperti facebook, friendster, dll adalah media online yang saat ini mengalami hal tersebut. Termasuk di dalamnya citizen journalism atau yang di kenal dengan problem jurnalisme warga.&lt;br /&gt;Kekuatan media lainnya, berupa :&lt;br /&gt;• Cetak : berita di sajikan mendalam (komprehensif)&lt;br /&gt;• Televisi : mengutamakan gambar, lalu teks (audio)&lt;br /&gt;• Radio : mengutamakan suara (audio)&lt;br /&gt;Dan bagaimana dengan online ?&lt;br /&gt;• Ruang tempat tidak terbatas&lt;br /&gt;• Penyajian dapat berupa teks, foto, video, audio, maupun info grafik&lt;br /&gt;• Periodisasi terbit 60/24/7&lt;br /&gt;• Bersifat interaktif/ forum social network&lt;br /&gt;Media yang lainnya telah mencangkup media lainnya (new media), yang terdiri atas :&lt;br /&gt;• Era baru jurnalisme&lt;br /&gt;• Menyajikan semua jenis informasi&lt;br /&gt;• Convergent journalism jadi trens&lt;br /&gt;• Proses produksi cross media&lt;br /&gt;• Journalis multi skill artinya : reporter bisa melaporkan foto, video, radio, tulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-4881836339162459442?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/4881836339162459442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-membangun-media.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/4881836339162459442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/4881836339162459442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-membangun-media.html' title='TUGAS KELOMPOK - UAS - MEMBANGUN MEDIA ONLINE'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-6778104362197656822</id><published>2010-06-23T15:22:00.001-07:00</published><updated>2010-06-23T15:22:02.826-07:00</updated><title type='text'>TUGAS KELOMPOK - UAS - SIMBOL &amp; ARSITEKTUR</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}p	{mso-style-priority:99;	mso-margin-top-alt:auto;	margin-right:0cm;	mso-margin-bottom-alt:auto;	margin-left:0cm;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}span.hilite	{mso-style-name:hilite;	mso-style-unhide:no;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable	{mso-style-name:"Table Normal";	mso-tstyle-rowband-size:0;	mso-tstyle-colband-size:0;	mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;	mso-para-margin-top:0cm;	mso-para-margin-right:0cm;	mso-para-margin-bottom:10.0pt;	mso-para-margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;By&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Evelyn Christiansen / NIM : 915070006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sejarah Menara Eiffel dan china &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Oleh Marc Depraz&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Dibangun dalam rangka pekan Pameran Dunia dan perayaan Revolusi Perancis, menara dengan bendera berkibar di puncaknya diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual selama dibangun, kerangka besi ini menjadi simbol kota Paris dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemimpin Proyek :&lt;/b&gt; Tuan Gustave Eiffel dibantu oleh, antara lain, para insinyur Maurice Koechlin dan Emile Nouguier serta Stephen Sauvestre sebagai arsitek.&lt;br /&gt;Rencana proyek dimulai tahun 1884, pembanguan menara dimulai pada tahun 1887 dan selesai 26 bulan kemudian pada tahun 1889. Telah direncanakan menara ini akan dirobohkan setelah berlangsungnya pekan Pameran Dunia 1900. Akan tetapi, percobaan berhasil dari transmisi radio yang dikendalikan oleh Angkatan Bersenjata Perancis sebelum hari pemugaran akhirnya menyelamatkan menara Eiffel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;  &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" o:spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="The Eiffel Tower history, Gustave Eiffel's masterpiece as well as details the tower's construction, height, weight, materials, lighting and steps to the top are presented by Paris Sweet Home." style='width:111.75pt;height:187.5pt;visibility:visible;mso-wrap-style:square'&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\vyfi\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg"  o:title="The Eiffel Tower history, Gustave Eiffel's masterpiece as well as details the tower's construction, height, weight, materials, lighting and steps to the top are presented by Paris Sweet Home"/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img alt="The Eiffel Tower history, Gustave Eiffel's masterpiece as well as details the tower's construction, height, weight, materials, lighting and steps to the top are presented by Paris Sweet Home." height="250" src="file:///C:/Users/vyfi/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg" v:shapes="Picture_x0020_2" width="149" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bahan yang digunakan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; Besi baja dikaitkan dalam bentuk persilangan dari 18.038 biji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka dari karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin dan walaupun bahannya dari besi, berat menara hanya 7.300 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tinggi :&lt;/b&gt; Dari tanah sampai tiang bendera, tingginya 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel.&lt;br /&gt;Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, "Société Nouvelle de l'Exploitation de la Tour Eiffel", kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerangan :&lt;/b&gt; "Gadis Besi" ini diterangi dengan 352 projektor 1.000 watts dan berkedip setiap sengah jam pada malam hari dengan 20.000 bola lampu dan 800 lampu disko.&lt;br /&gt;Supaya membuat menara kelihatannya lebih hidup, 4 lampu laser xenon yang berkekuatan 6.000 watts berputar secara permanen di puncak menara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Mengapa Bandung mendapat julukan Paris Van Java?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Menurut sejarah, kota Bandung dahulu kala terkenal dengan keindahan alam dan kesejukan udaranya ,Suasana ini sangat disukai oleh orang2 kolonial, dan menurut mereka sama dengan kota Paris Perancis. Oleh karena itulah mereka memberi julukan Paris Van Java kepada Kota Bandung, yang artinya kota Paris dari Pulau Jawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Menara Eiffel (bahasa Perancis: &lt;i&gt;Tour Eiffel&lt;/i&gt;) merupakan sebuah menara besi yang di bangun di &lt;i&gt;Champ de Mars&lt;/i&gt; di tepi Sungai Seine di Paris. Menara ini telah menjadi ikon global Perancis dan salah satu struktur terkenal di dunia. Struktur ini dibangun antara 1887 dan 1889 sebagai pintu masuk &lt;i&gt;Exposition Universelle&lt;/i&gt;, Pameran Dunia yang merayakan seabad Revolusi Perancis. Eiffel sebenarnya berencana membangun menara di Baecelona, untuk Pameran Universal 1888, tapi para pihak yang bertanggung jawab di balai Kota Barcelona menganggapnya aneh dan mahal, dan tidak cocok dengan kota itu. Setelah penolakan Rencana Barcelona, Eiffel mengirim drafnya kepada pihak yang bertanggung jawab untuk Pameran Universal di Paris, dimana ia membangun menaranya setahun kemudian, yaitu pada tahun 1889. Menara ini diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889, dan dibuka tanggal 6 Mei. Tiga ratus pekerja menggabungkan bersama 18.083 bagian besi benam (bentuk murni dari besi struktural), menggunakan dua setengah juta paku, dalam bentuk struktural oleh &lt;i&gt;Maurice Koechelin&lt;/i&gt;. Resiko kecelakaan sangat besar, untuk pencakar langit modern yang tak biasa menara ini terbuka tanpa tingkat tengah kecuali dua platform. Tetapi karena Eiffel mengambil sikap hati-hati, termasuk penggunaan takal bergerak, rel bantu dan layar, dan dalam hal ini hanya satu yang meninggal. Menara ini mendapat berbagai kritik dari masyarakat ketika di bangun, menyebutnya mengganggu mata. Surat kabar harian dipenuhi dengan surat kritik dari komunitas seni di Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eiffel memiliki izin berdiri menara selama 20 tahun, yang berarti harus dibongkar tahun 1909, ketika kepemilikannya diserahkan kepada Kota Paris. Kota telah berencana meruntuhkannya (bagian dari peraturan kontes asli untuk merancang menara yang mudah di runtuhkan) tapi setelah menara ini terbukti mendatangkan untung dari segi komunikasi, menara ini dibiarkan berdiri setelah izin tersebut kadaluwarsa. Sebagai contoh, Militer menggunakannya untuk mengatur taksi Paris di garis depan selama Pertempuran Marne Pertama, dan menjadi monomen kemenangan pertempuran itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Peradaban Cina adalah beradaban tertua yang hingga sekarang masih bisa dirasakan. Cina memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban dunia. Hal itu bisa dilihat dari artefak-artefak yang ditinggalkan atau falsafah yang ditinggalkan.&lt;br /&gt;Sebagai salah satu peradaban besar, tentu saja sangatlah perlu untuk mengetahui system politik, ekonomi dan masyarakat pada masyarakat Cina.&lt;br /&gt;Periodisisa sejarah Cina adalah Pemerintahan&lt;br /&gt;Dalam pemikiran Cina tradisional, jika pemerintah baru bertahan dalam kekuatannya, ia harus dapat membuktikan amanat dari surga untuk menjadi kaisar baru. Menurut filsuf dari orang-orang Tao, dulunya dinasti hanya dapat dibuktikan jika memiliki “mandat dari surga”, dan juga dipercaya dimana mandat dari dinasti tertentu telah dikeluarkan, hal tersebut akan mengalah pada pemberontak atau pemberontak istana. Di dalam pemikiran tradisional orang-orang Cina, kerajaan yang sesungguhnya hanya ada di surga, tetapi tetap yang melaksananakannya adalah orang-orang di dunia. Efek dari filosofi politik orang-orang Tao adalah sederhana dan praktis: setiap orang boleh mencoba keberuntungannya dengan pemberontakan jika dia sangat mengharapkannya. Apabila pemberontakannya gagal, kemudian yang membuat suatu percobaan dengan jelas tidak memiliki “mandat dari surga” dan biasanya mereka dieksekusi. Bagaimanapun, seorang pemberontak yang berhasil diambil sebagai bukti bahwa mandat dari surga benar-benar ada. Hal ini semata-mata hanyalah nyanyian kesuksesan saja. Setiap orang dapat menjadi seorang kaisar sepanjang ia dapat mengumpulkan kekuatannya.&lt;br /&gt;Menurut Mencius, Konfusius mengajarkan bahwa keteraturan sosio-politik terjadi ketika ruler berkelakuan seperti ruler, minister berkelakuan seperti minister, dan father berkelakukan seperti father dan son berkelakukan seperti son; menurut Konfusius, hal ini yang ia sebut sebagai sumber knowledge, etika. Konfusian dari suku Han melihat bahwa Yin-Yang mengandung sistem resiprokal. Yin diidentikkan dengan minister, son and wife sedangkan Yang diidentikkan dengan ruler, father, husband. Oleh karena itu, three bonds bagi suku Han harus dilihat seperti relasi Yin-Yang.&lt;br /&gt;Sistem pemerintahan yang digunakan ketika keakaisan Cina kuno masih berkuasa adalah sistem pemerintahan yang sentralistik. Sistem sentralistik ini bisa disetarakan dengan sikap absolutisme monarki. Sehingga dalam pelaksananany timbullah istilah “semua tanah adalah tanah raja dan semua orang adalah milik raja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Dalam pelaksanan pemerintahn raja juga memabgi tugas-tugas bawahan. Pada masa kekaisaran kaisar terdapat enam orang bawahan. Enam orang bawahan inilah yang akan melaksanakan perintah raja. Enam orang itu memiliki tugas: menteri surga, pembuat kebijakan; menteri bumi, menteri berkenaan dengan pendidikan; menteri musim semi, menteri berkenaan dengan pengadilan agama; menteri musim panas, meneteri berkenaan dengan administrasi keseharian; menteri menteri musim gugur, menteri berkenan dengan penjatuhan hukuman; menteri musim dingin, menteri yang berkenaan dengan logistik negara, termasuk pembiayaan proyek besar. Tiap menteri memiliki staff ratusan dari bagian-bagian. Kaisar jug amengontrol enam kekuatan militer, setiap regional memiliki tiga, dua atu satu yang disesuaikan dengan wilayah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Kemasyarakatan&lt;br /&gt;Sistem keluarga Cina dipengaruhi oleh paham kekeluargaan Konfusius. Menurut Olga Lang, orangtua dalam sistem keluarga Cina berkewajiban mengajari anggota keluarganya tentang mekanisme Negara agar mereka bisa menerima ororitas Negara. Lucian Pye melihat bahwa kultur politik Cina menekankan interpendensi antara pemerintah dan keluarga. Karena, dalam masyarakat tradisional Cina, keluarga berperan untuk mengurangi kekacauan dalam institusi-institusi public, orangtua selalu menekankan order sosial dan kesejahteraan setiap anggota keluarga.&lt;br /&gt;Relationship merupakan motor penggerak dalam politik ideologi kekeluargaan Cina. Implikasi politik dari sistem ini adalah bahwa dalam membangun ekonomi Cina, yang ditekankan adalah jaringan, relasi (untuk saling menolong). Kinship networks (jaringan kekeluargaan), menjadi pilar paradigma baru dalam kerangka kerja ekonomi Cina. Selain itu, yang mengakibatkan Cina mampu menguasai perekonomian secara global adalah etos kerja yang menekankan keuletan dan kerajinan. Ada tiga penjelasan etos kerja.&lt;br /&gt;Pertama, dalam sistem keluarga Cina, etos kerja telah ditanamkan kepada anak-anak sejak kecil. Bagi Cina, kerja dihubungkan dengan kumpulan nilai yang kompleks, yang mencakup pengorbanan diri, rasa percaya, dan hemat yang dipandang sebagai dasar terakumulasinya kekayaan.&lt;br /&gt;Kedua, etos kerja Cina berorientasi kelompok. Setiap individu berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, kemudian untuk kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;Ketiga, orang Cina bekerja keras untuk mendapatkan imbalan materi. Dalam komunitas Cina perantauan (seperti di Singapura), kemakmuran, kenyamanan, dalam usia lanjut, menduduki posisi sentral dalam persepsi Cina tentang kehidupan yang baik.&lt;br /&gt;Awalnya, bentuk ideal Cina adalah joint family: membangun ikatan kekeluargaan yang terdiri dari lima keturunan yang hidup secara bersama-sama dalam satu atap, sharing bersama, satu dapur bersama, saling berbagi keuntungan serta saling membantu, yang dikendalikan oleh seorang kepala keluarga. Pemerintah kekaisaran Cina tradisonal mengadopsi sistem kekeluargaan ini menjadi bentuk ideal untuk mencapai harmoni dalam sistem pemerintah. Tetapi secara defacto, sistem kekeluargaan yang dikendalikan oleh seorang kepala keluarga dan pemerintahan yang dikendalikan oleh monarkhi, mengakibatkan Cina terjerumus dalam sistem kekeluargaan dan pemerintahan yang sangat feodal (dan hal ini bertolak belakang dengan visi Konfusius yang selalu menekankan dimensi etika dalam menjalankan otoritas). Baru pada zaman dinasti Ming, sistem keperintahan yang feodal lamban laun mulai ditinggalkan. Sistem keluarga a la Konfusian menekankan etika kesalehan, sopan santun, keutamaan, menghargai orang lain. Pada abad 20-an, yang berkembang di dalam masyarakat Cina justru nuclear family (keluarga inti) dan stem family.&lt;br /&gt;Kedua sistem kekeluargaan ini membangun jaringan kekeluargaan (kinship networks) yang lebih luas, tidak semata-mata secara bilogis tetapi jaringan kekeluargaan atas dasar kebajikan-etika. Banyaknya anggota keluarga dalam satu atap pun berkurang. Karena pada era itu, sistem yang cocok dengan bentuk ideal keluarga Cina (menurut kaum terpelajar Konfusian) adalah sistem 3 generasi (orangtua, anak, dan kakek-nenek). Pemerintah Singapura mempromosikan sistem 3 generasi ini dengan membangun rumah bagi mereka yang baru menikah dan ingin tinggal bersama dalam sistem 3 generasi.&lt;br /&gt;Hubungan antara tiga dan lima keluarga a la Konfusian merupakan kunci relasi-relasi: ayah-anak, suami-istri, adik-kakak (sistem 3 generasi) dan sistem 5 generasi (ayah-anak, suami-istri, adik-kakak, kakek-cucu lelaki, dan paman-kemenakan lelaki). Konfusian lebih condong pada sistem 3 generasi. Bagi Konfusius, relasi antara ayah-anak, suami istri dan adik-kakak, seharusnya seperti itu relasi yang dibangun oleh aparat pemerintah (relasi kaisar-menteri, relasi menteri-rakyat, relasi kaisar-rakyat). Paham kekeluargaan Konfusian menekankan relationship atas dasar etika bukan relasi secara bilogis. Menurut Konfusius, walaupun hidup dalam satu atap, sharing secara bersama-sama belum tentu terbangun rasa solidaritas tanpa disertai sikap yang didasarkan pada moralitas (keutamaan).&lt;br /&gt;Walaupun Konfusius menawarkan sistem kekeluargaan yang berbasis pada moralitas tetapi rupa-rupanya, masyarakat Cina ada yang menafsir ajaran Konfusius menjadi sangat kaku. Hal itu terjadi (misalnya) ketika orang Cina mengidentikkan family dengan jia. Jia adalah kepala keluarga yang bersifat otoriter, segalanya dia yang menentukan. Ajaran tentang jia yang menggiring Cina ke sistem tradisional keluarga yang subordinasi. Ketika seorang kaisar atau pemerintah memberlakukan paham ini dalam sistem keperintahan-an, saat itu Cina terperangkap dalam sistem pemerintah yang tirani, otoriter; sehingga demokrasi sulit mendapat tempat. Oleh karena itu, W. J. F. Jenner menyebut the Chinese family sebagai sebuah struktur yang otoiter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Ekonomi&lt;br /&gt;Ekonomi Cina dibangun berdasarkan ekonomi agrarian. Ekonomi agrarioa tyang memiliki system feodalistik. Sistem bahwa penguasaan tanah memiliki peranan penting.&lt;br /&gt;Pentingnya pertanian bagi Cina telah membawa perubahan pada sisitem teknologi pertanian juga. Sisitem pertanian yang diterapkan Cina pada waktu itu telah mengenal adanya sistem irigasi, rotasi tanaman pertanian, dan penggunaan hewan sebagai alat pertanian.&lt;br /&gt;Cina juga tidak tergantung pada pertanian saja, namun telah mengembangkan hasil peternakan. Peternakan yang berkemabng dicina meliputi peternakan domba, kambing dan sapi. Selain adanya binatang ternak setiap penduduk juga memilki hewan untuk dipelihara, seperti lembu janta, babi dan ayam. Perekonomian Cina juag dibantu dengan adanya perburuan yang dilakukan penduduk.&lt;br /&gt;Tidak hanya pertanian, Cina juga mengembangkan sistem perdagangan dengan dunia luar. Cina telah menjalin hubungan dagang pertama kali dengan melakuakn transaksi di sekitar Cina bagian utara dan laut Cina selatan. Perdagang yang dilakuakn berupa perdagangan besi, timah, cangkang penyu, dan produk kerajinan tangan. Dengan adanya perdagangan maka terjadilah pekembangan teknologi peleburan besi, munculnya kota-kota dagang, dan penggunaan uang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;BANGUNAN-bangunan yang tercatat dalam sejarah &lt;span class="hilite"&gt;arsitektur&lt;/span&gt; biasanya berada dalam latar yang khas dan khusus mengacu pada suatu waktu dan situasi yang khusus pula. Biasanya bangunan tersebut juga menjadi wadah bagi hal-hal spesifik dalam sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="hilite"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;ARSITEKTUR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt; Cina memiliki beberapa ciri, pada umumnya disusun berdasarkan aturan-aturan yang dapat dimengerti secara rasional. Intelektualitas menjadi latar dari masyarakat tradisional &lt;span class="hilite"&gt;Cina&lt;/span&gt;, &lt;span class="hilite"&gt;di&lt;/span&gt; mana kota-kota didominasi birokrat terlatih, terutama dalam bidang sastra, walaupun secara umum sejarah &lt;span class="hilite"&gt;Cina&lt;/span&gt; adalah sejarah negeri agraris. Peletakan kota dan bangunan ditentukan secara persis pada sebuah lokasi yang “disayat” dari permukaan kulit Bumi, yang kemudian dipagari dengan dinding kuat dan tinggi, di mana di dalamnya tersusun sebuah masyarakat yang tegas dalam hal hierarki dan nilai-nilai sosial. Hidup &lt;span class="hilite"&gt;di&lt;/span&gt; “balik” dinding adalah sebuah tradisi panjang dalam &lt;span class="hilite"&gt;arsitektur&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;Cina&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Secara kosmologis, tradisi arsitektur &lt;span class="hilite"&gt;Cina&lt;/span&gt; melambangkan semesta-langit dalam bentuk-bentuk bulat dan dunia-Bumi dalam bentuk kubus. Susunan &lt;span class="hilite"&gt;arsitektur&lt;/span&gt; berbatas dinding &lt;span class="hilite"&gt;di&lt;/span&gt; Bumi biasanya ditemui dalam penataan geometris yang ketat, persegi panjang, maupun bujur sangkar, ditata berdasarkan arah mata angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Arah utara-selatan menjadi acuan utama, mungkin karena secara klimatologis, angin utara yang dingin menjadi kontras terhadap angin selatan. Ruang ditata berlapis-lapis dalam suatu seri pola grid yang tegas baik bentukan ruang-ruang luar (courtyards) maupun dalam susunan ruang-ruang dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Pada bagian tengah, yang menjadi bagian utama, terdapat ruang luar, sebuah taman terbuka yang dilapisi penutup keras seperti marmer, granit, batu alam, dan sebagainya. Dalam ilustrasi film-film silat, taman ini selalu tampil dalam berbagai skala, biasanya sebagai tempat berlaga. Taman ini berorientasi ke utara-selatan, menjadi “pusat” dari penataan bagian-bagian lain. Besar dan proporsi bangunan &lt;span class="hilite"&gt;di&lt;/span&gt; sekitarnya, ketinggian lantai dan atap, serta kehadiran elemen estetis sangat ditentukan kemungkinannya untuk dinikmati dari ruang terbuka ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Dengan demikian adalah suatu pelanggaran bila bangunan-bangunan di sekitarnya mengganggu “keutuhan”, menghalangi pandangan &lt;span class="hilite"&gt;di&lt;/span&gt; as utama bangunan, apalagi jika sampai mengganggu sinar matahari masuk ke dalamnya. Courtyard menjadi ukuran status penghuni ditambah ornamen-ornamen &lt;span class="hilite"&gt;arsitektur&lt;/span&gt; lain, baik dalam wujud inskripsi yang menunjukkan tingkat intelektualitas maupun dalam wujud simbol kosmologis yang menunjukkan status si pemilik &lt;span class="hilite"&gt;di&lt;/span&gt; dalam masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Di courtyard ini terjadi interaksi sosial dengan orang- orang dari luar dinding. Para tamu diterima untuk kemudian dijamu di ruang tengah beratap. Courtyard dan ruang tamu menjalankan fungsi sosial. &lt;span class="hilite"&gt;Di&lt;/span&gt; belakang itu disusun bangunan-bangunan berfungsi privat, paviliun tidur, dapur, ruang makan, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Secara prinsip, Paola Mortari membagi tampilan paviliun-paviliun dalam tiga bagian, seperti juga ditemukan pada bangunan klasik Yunani-Romawi. Elemen pertama adalah umpak (chiech-chi), semacam teras yang diletakkan lebih tinggi dari permukaan courtyard. Umpak secara proporsional diasosiasikan sebagai “kaki”. Kemudian adalah tiang-tiang (chu) sebagai asosiasi dari “badan”. Konstruksi berbahan kayu menyebabkan munculnya batasan pada tingginya “badan” ini. Elemen ketiga adalah sistem pendukung atap yang disebut Tou Kung, sebuah sistem tumpukan batang kayu penyangga beban atap. Keunikan Tou Kung ini menjadi elemen khas &lt;span class="hilite"&gt;arsitektur&lt;/span&gt; &lt;span class="hilite"&gt;Cina&lt;/span&gt;, ditambah lagi dengan berbagai ornamen berupa ukiran, warna, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: #262626;"&gt;Pada kota-kota tua di &lt;span class="hilite"&gt;Cina&lt;/span&gt; jarang ditemui bangunan-bangunan umum sebagai tempat kegiatan sosial, kecuali yang bersifat religius. Bandingkan dengan kota-kota di Roma &lt;span class="hilite"&gt;di&lt;/span&gt; mana banyak ditemui tempat mandi umum, teater, atau plaza sebagai ruang demokrasi, dan lain sebagainya. Bangunan-bangunan pribadi, rumah, maupun istana menjadi wadah dan simbol dari kehidupan sosial dalam arti seluas-luasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-6778104362197656822?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/6778104362197656822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-simbol-arsitektur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6778104362197656822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6778104362197656822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-simbol-arsitektur.html' title='TUGAS KELOMPOK - UAS - SIMBOL &amp; ARSITEKTUR'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-3311599000019829076</id><published>2010-06-23T15:17:00.001-07:00</published><updated>2010-06-23T15:17:32.201-07:00</updated><title type='text'>TUGAS KELOMPOK - UAS - SEMIOTIK</title><content type='html'>Semiotik&lt;br /&gt;Dosen : Kurnia Setiawan&lt;br /&gt;Semiotik merupakan ilmu yang mempelajari yanda seperti bahasa, kode, signal.&lt;br /&gt;Ada perbedaan antara tanda alami ( natural ) dan tanda yang disepakati ( konvensional ). Contohnya sympton, gejala 1 biasa dipakai pada ilmu kedokteran. Studi dibatasi mengenai hubungan kata fisik yang berhubungan dengn kata mental. Tanda dikategorikan berdasarkan kata sifat.&lt;br /&gt;Konsep semiologi diperkenalkan Ferdinand de Sausoure ( 1857 – 1913 ) yang mendefinisikan tanda liguistik sebagai entitas dua sisi ( dyad ). Sisi 1 disebut sebagai penanda (signifier), sisi 2 petanda ( signified ). Tanda mempunyai kesatuan dari suatu bentuk penanda dengan sebuah ide atau penanda. &lt;br /&gt;Penanda adalah aspek material dari bahasa, yaitu fenomena bahasa dibentuk oleh 2 faktor, yaitu parole-ekspresi kebahasaan dan langue, sistem perbedaan diantara tanda-tanda struktur konsenpi dasar tentang langue berkaitan dengan kombinasi dan substitusi elemen-elemen bahasa ( hubungan paradigmatik – sintagmatik ).&lt;br /&gt;Charles Sander Pierre ( 1839-1914 ), memperkenalkan sifat dinamisme internal dalam tanda. Interprenant yang tersamar memungkinkan ia menjelma menjadi tanda baru ( rantai semiosis ). &lt;br /&gt;Fenomena tanda erdiri dari : &lt;br /&gt;1. Firstness = perasaan murni ( representamen )&lt;br /&gt;2. Secondness = fakta yang mucul dari relasi ( objek )&lt;br /&gt;3. Thirdness = aturan atau wilayah hukum ( interprenant )&lt;br /&gt;Macam – macam level tanda :&lt;br /&gt;1. Qualisign&lt;br /&gt;2. Sinsign&lt;br /&gt;3. Legisign&lt;br /&gt;Level ikon terdiri dari : ikon, indeks, simbol.&lt;br /&gt;Level interprenant terdiri dari : rheme, dicent sign, argument.&lt;br /&gt;Roland Barthes ( 1915-1980 ), mendefinisikan sebuah tanda yang mencerminkan asumsi – asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu.&lt;br /&gt;Umberio Eco ( 1932 ), menjelaskan bahwa tanda dapat digunakan untuk menyatakan kebenaran, sekaligus juga untuk mengatakan kebohongan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-3311599000019829076?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/3311599000019829076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-semiotik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3311599000019829076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3311599000019829076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-semiotik.html' title='TUGAS KELOMPOK - UAS - SEMIOTIK'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-6647506894061397080</id><published>2010-06-23T15:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T15:13:39.954-07:00</updated><title type='text'>TUGAS KELOMPOK - UAS - DOCUMENTARY</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt; line-height: 200%;"&gt;DOCUMENTARY&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Documentary adalah sebuah proses dimana kita mampu menyimpan setiap moment – moment yang kita inginkan ke dalam sebuah file ataupun rekaman video ataupun suara. Dokumentary menjadi suatu hal yang sangat penting apabila hadir disaat yang tepat kita membutuhkannya. Contohnya saja ketika seseorang tidak sengaja merekam awan – awan, lalu terlihat ada sebuah benda seperti UFO, hal aneh dan unik yang secara tidak sengaja direkam ini didokumentarikan dan dilaporkan kepada media agar mendeteksi kebenaran hal tersebut, tetapi yang menjadi tujuan utama hal tersebut adalah apa yang didapatkan oleh se perekam tersebut? Ia mendapatkan uang imbalan yang cukup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seperti yang saya dapatkan dari perkuliahan ini, saya mendapatkan beberapa pengetahuan tentang bagaimana caranya membuat film dengan budget yang minim, bermula saja dengan merekam kegiatan atau moment – moment yang ingin kita rekam melalui ponsel kita, dengan hal tersebut sebenarnya kita telah membuat suatu potongan film kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika kita ingin benar – benar menekuni bidang perfilman tentunya kita harus mengikuti langkah – langkah sistem pembuat film, yaitu : kita harus menentukan siapa penonton kita, mencari penelitian tentang topik yang sesuai dengan selera penonton kita, menetapkan budget produksi agar tidak mengeluarkan uang terlalu banyak, melakukan tahap – tahap persiapan produksi, mempersiapkan perlengkapan – perlengkapan untuk rekaman, memilih crew yang tepat dan cocok untuk diajak bekerja sama, menentukan lokasi yang sesuai dengan topik yang kita angkat dan yang terakhir jangan lupa untuk menyediakan makanan dan akomodasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah melalui beberapa tahap tersebut, dan film kita telah jadi maka kita akan melakukan tahap marketing atau yang dinamakan pemasaran, kita memasarkan film yang kita buat untuk dijual dan dibeli sesuai dengan harga yang telah kita tetapkan. Kita dapat melakukan negosiasi harga mengenai hal tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita juga dapat memasarkan film kita ke TV channel, mungkin mereka tertarik terhadap film yang kita buat dan mau menayangkannya, dan tentunya negosiasi harga harus tetap berjalan. Contoh pembuatan film yang menggunakan budget ialah animal discovery. Untuk mendapatkan gambar yang terbaik, kita juga tetap harus terjun langsung untuk mendapatkan gambar terbaik, tetapi kita juga dapat membeli gambar yang sudah ada ke pihak acara sejenis, terkadang mereka sudah tidak menggunakan rekaman tersebut lagi, lalu menjualnya dengan harga yang telah ditetapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah film kita berhasil dibeli, maka kita tinggal melihat hasil dari tanggapan masyarakat dan rating yang kita peroleh, dari sana kita akan mengetahui sejauh mana kesuksesan film yang kita buat dan belajar dari setiap kesalahan untuk menghasilkan film – film lain yang lebih baik lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-6647506894061397080?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/6647506894061397080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-documentary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6647506894061397080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6647506894061397080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-documentary.html' title='TUGAS KELOMPOK - UAS - DOCUMENTARY'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-6857864242200322123</id><published>2010-06-23T15:08:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T15:08:29.989-07:00</updated><title type='text'>TUGAS KELOMPOK - UAS - KOMUNIKASI KESEHATAN</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:595.3pt 841.9pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:35.4pt;	mso-footer-margin:35.4pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;Komunikasi Kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada bagian tersebut kita dapat memasukkan data dari apa yang telah kita dapatkan dari pertemuan tentang komunikasi kesehatan tersebut. Yang didapat ialah berita seputar kesehatan. Terutama ialah merokok, bagaimana ditunjukkan gambar daripada paru – paru yang tidak merokok dan yang merokok, gambar warna solidaritas untuk yang hitam terbukti hati untuk pengguna rokok dan putih untuk bukan pengguna, tetapi&amp;nbsp; untuk perokok passive yang ha nya dengan tidak sengaja menghirup asap rokok dapat memiliki kondisi hati yang sangat parah dan harus dibiayain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rokok tidak memiliki nilai yang positif, tetapi keberadaan rokok menjadi hal yang biasa karrena disahkan di negara manapun, padahal jika kita mengetahui, bahwa satu batang rokok memperpendek masa umur kita selama satu hari, bisa kita hitungkan berapa kali seorang pecandu rokok menghisap batang rokokjnya ? lalu seberapa banyaknya kesempatan hidup yang mereka lewatkan hanya untuk memenuhi nafsu kedagingan mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komunikasi kesehatan didapatkan bukanlah dari orang lain melainkan dari usaha dalam diri kita sendiri apakah kita ingin melakukannya atau tidak, Komunikasi kesehatan bukanlah berarti terus membicarakan hal – hal seputar kesehatan dan olah raga, tetapi bagaimana kita mampu berkomunikasi dengan baik dan dapat membawa pengaruh positif terhadap diri kita dan pikiran kita masing – masing itulah yang yang disebut dengan komunikasi kesehatan, dampak nya ialah kita memiliki rasa senang dan puas terhadap komunikasi kita, bukan untuk suatu hal yang negatif melainkan untuk hal – hal yang positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sehat itu bukan hanya berarti olah raga setiap hari, makan dan minum yang bergizi sesuai aturan, tidur yang cukup, dan sebagainya. Memang semua hal itu penting untuk dilakukan tetapi kita juga jangan melupakan bahwa dibalik semua itu terdapat hal yang paling penting yaitu komunikasi, bagaimana kita dapat berkomunikasi dengan baik, membuat suasana hati yang baik dari komunikasi kita, mempengaruhi jalan pikiran kita kearah yang lebih baik, untuk memikirkan hal – hal yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apabila kita terlalu banyak berpikir, maka pikiran dan otak yang menjadi pusat dari segala saraf kita tidak akan bekerja dengan baik malah akan merusak semua saraf – saraf yang ada, oleh karena itu sangat dibutuhkan komunikasi yang sehat dan bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu olah raga yang baik untuk memusatkan pikiran ialah yoga. Dengan melakukan meditasi, berusaha memusatkan pikiran kita untuk hal – hal yang positif itu mampu mengubah jalan pikiran kita ke arah positif dan jika kita melakukannya tiap hari,&amp;nbsp; maka hati dan perasaan kita akan terasa lebih nyaman dan lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Komunikasi kesehatan sangat dibutuhkan oleh semua orang, tentunya seharusnya&amp;nbsp; masyarakat mengetahui hal ini dan tidak tinggal diam, tetapi melakukan tindakan untuk mengubal pola pikir, pola makan dan pola konsumsi mereka. Hindari rokok dalam hidup anda, pusatkan pikiran anda pada hal yang positif, rajin berolah raga, ini adalah tips untuk hidup bahagia, awet muda dan panjang umur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-6857864242200322123?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/6857864242200322123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-komunikasi-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6857864242200322123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6857864242200322123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-kelompok-uas-komunikasi-kesehatan.html' title='TUGAS KELOMPOK - UAS - KOMUNIKASI KESEHATAN'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-3467463988301697763</id><published>2010-06-23T14:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T15:04:52.854-07:00</updated><title type='text'>TUGAS INDIVIDU - VYFI ANGGRAINI - 915070139</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCKAHEAo2-I/AAAAAAAAABc/sNsGJpDQlR8/s1600/Vyfi-kapitaa2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCKAHEAo2-I/AAAAAAAAABc/sNsGJpDQlR8/s640/Vyfi-kapitaa2.jpg" width="451" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCKDH4kQYiI/AAAAAAAAABk/_9mtvK0Kwbo/s1600/Vyfi-kapitaa+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCKDH4kQYiI/AAAAAAAAABk/_9mtvK0Kwbo/s640/Vyfi-kapitaa+copy.jpg" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-3467463988301697763?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/3467463988301697763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-vyfi-anggraini-915070139.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3467463988301697763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3467463988301697763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-vyfi-anggraini-915070139.html' title='TUGAS INDIVIDU - VYFI ANGGRAINI - 915070139'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCKAHEAo2-I/AAAAAAAAABc/sNsGJpDQlR8/s72-c/Vyfi-kapitaa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-999054939700763582</id><published>2010-06-23T13:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T13:30:12.701-07:00</updated><title type='text'>TUGAS INDIVIDU - THERESIA JESSICA ONG - 915070174</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCJtTot1g2I/AAAAAAAAABE/3CDLgubYzS4/s1600/KAPITA+SELEKTA+INDIVIDU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCJtTot1g2I/AAAAAAAAABE/3CDLgubYzS4/s320/KAPITA+SELEKTA+INDIVIDU.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-999054939700763582?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/999054939700763582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-theresia-jessica-ong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/999054939700763582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/999054939700763582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-theresia-jessica-ong.html' title='TUGAS INDIVIDU - THERESIA JESSICA ONG - 915070174'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCJtTot1g2I/AAAAAAAAABE/3CDLgubYzS4/s72-c/KAPITA+SELEKTA+INDIVIDU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-3606455655100877106</id><published>2010-06-23T09:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T09:52:01.552-07:00</updated><title type='text'>TUGAS INDIVIDU - EVELYN CHRISTIANSEN - 915070006</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCI6dKEPXVI/AAAAAAAAAA8/Ov3eUx1gVCE/s1600/evelin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCI6dKEPXVI/AAAAAAAAAA8/Ov3eUx1gVCE/s400/evelin.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-3606455655100877106?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/3606455655100877106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-evelyn-christiansen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3606455655100877106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3606455655100877106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-evelyn-christiansen.html' title='TUGAS INDIVIDU - EVELYN CHRISTIANSEN - 915070006'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCI6dKEPXVI/AAAAAAAAAA8/Ov3eUx1gVCE/s72-c/evelin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-6085260736008674522</id><published>2010-06-23T08:36:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T09:54:02.476-07:00</updated><title type='text'>TUGAS INDIVIDU - ELLISTINA - 915070192</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCIjH0Db5rI/AAAAAAAAAA0/8bYpnpjMrn4/s1600/Ellistina+Kapsel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="http://3.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCIjH0Db5rI/AAAAAAAAAA0/8bYpnpjMrn4/s640/Ellistina+Kapsel.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-6085260736008674522?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/6085260736008674522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-ellistina-915070.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6085260736008674522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6085260736008674522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-ellistina-915070.html' title='TUGAS INDIVIDU - ELLISTINA - 915070192'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCIjH0Db5rI/AAAAAAAAAA0/8bYpnpjMrn4/s72-c/Ellistina+Kapsel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-8968853456794346499</id><published>2010-06-23T08:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T08:00:10.545-07:00</updated><title type='text'>TUGAS INDIVIDU - CHRISTIANI PRATAMA - 915070189</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCIfmvTcSdI/AAAAAAAAAAs/nFpo3qAg5CQ/s1600/tugas+kapita+selekta+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCIfmvTcSdI/AAAAAAAAAAs/nFpo3qAg5CQ/s400/tugas+kapita+selekta+2.jpg" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-8968853456794346499?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/8968853456794346499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-christiani-pratama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/8968853456794346499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/8968853456794346499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/06/tugas-individu-christiani-pratama.html' title='TUGAS INDIVIDU - CHRISTIANI PRATAMA - 915070189'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_41EvV42KQaI/TCIfmvTcSdI/AAAAAAAAAAs/nFpo3qAg5CQ/s72-c/tugas+kapita+selekta+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-7514027354754853677</id><published>2010-04-21T19:34:00.001-07:00</published><updated>2010-04-21T19:34:55.059-07:00</updated><title type='text'>Pembangunan Sosial Budaya</title><content type='html'>Pembangunan Sosial Budaya&lt;br /&gt;Pada jaman ini masyarakat sangat berperan dalam hal pembangunan sosial budaya, tanpa masyarakat pembangunan tidak akan terjadi, tetapi entah mengapa pemerintah seakan-akan tidak peduli bahkan dengan semena-mena merebut apa yang menjadi milik rakyat, tanpa rakyat dapat menolak apa yang sudah menjadi keputusan pemerintah tersebut, seperti halnya masalah ‘Priok Berdarah’ masyarakat menjadi marah dan melawan pemerintahan untuk membongkar kuburan yang dianggap keramat tersebut, tetapi pemerintah hanya dapat berempati dan berusaha membangun kerusakan-kerusakan yang terjadi,  banyak korban jiwa yang berjatuhan baik dari satpol pp maupun dari masyarakat, dan menurut saya hal seperti ini tidak akan terjadi apabila pemerintah mau peduli dan mendengarkan aspirasi masyarakat, tidak hanya mengambil lahan semena-mena demi kepentingan komersil saja.&lt;br /&gt;Pembangunan Sosial dan Otonomi Lokal&lt;br /&gt;Pemerintah harus melihat apa yang dibutuhkan untuk kebaikan masyarakat dan negara.&lt;br /&gt;Mentalitas Masyarakat Statik yang cenderung merasa dirinya selalu baik di masa lalu, melihat kebelakang tanpa terfokus ke depan dan melihat yang lebih baik,sehingga tak ada motivasi yang membangun, cenderung menyerah pada nasib menganggap dirinya sudah tidak berguna dan tidak mau berusaha, masyarakat Indonesia juga cenderung kurang kreatif dan inovatif, tidak adanya semangat untuk menciptakan hal-hal yang baru.&lt;br /&gt;Karakter Masyarakat Statik&lt;br /&gt;•  Sifat indolent, lamban atau malas, banyak  orang tidak  merasa dikejar waktu . Beranjak dengan cepat pun  tiada gunanya karena  keseluruhan sistem sosial tidak mendukung atau memberikan perangsang  baginya. &lt;br /&gt;• Pola pikir tidak menghargai waktu atau menguasai waktu berjalan linier pula dengan pemikiran diakronik ataupun cyclus.&lt;br /&gt;Mentalitas Statik masyarakat Indonesia cenderung lebih menilai tinggi  dan mempertahankan  adat istiadat  dan aturan serta prosedur tanpa mengikuti perkembangan jaman, masyarakat Indonesia Kurang sadar mutu , karena terlampau terpikat  pada apa yang sudah  ada dan dianggap  terbaik, maka  mentalitas bekerja asal selesai dan asal ada hasilnya sangat menonjol,  tertutup, kurang terbuka  pada yang lain atau yang datang  dari luar merupakan  sikap dan perilaku yang khas, hal ini membuat bangsa Indonesia menjadi lambat untuk menerima budaya modern saat ini karna ciri khas boleh ada, tetapi bukan harus menjadi tertutup dan buta terhadap budaya lain, Pikiran atau pandangan  dan cara – cara alternatif  sebagai bahan  pengambilan keputusan  kurang dikenal  dan agak sulit meyakonkan  pada orang bermentalitas tradisionalistik, cenderung kuno dan kolot sehingga menurutnya apa yang mereka lihat, percaya dan pikirkan terhadap kebudayaan kita adalah yang terbaik, selain dari itu dianggap tidak penting,Mentalitas kebersamaan sangat menonjol  dibanding individual . kebersamaan  itu sendiri sebagai sikap  dan perilaku  memang mengandung  nilai – nilai yang baik , Indonesia juga memiliki rasa kebersamaan yang tinggi, Namun jika direntang  terlampau jauh, memang menimbulkan mentalitas Konformisme  dan penyakit ketergantungan  serta mematikan sikap kemandirian.sering terjadi kekerasan yang kami sadari sampai saat ini, perang antar suku,kerusuhan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Pada kesimpulannya bahwa pembangunan sosial budaya di Indonesia masih sangat buruk, Indonesia tidak pernah luput dari kemiskinan, konflik, pemaksaan, kekejaman pemerintahan, dan sebagainya. Hal ini membuat kami sedih karena bukan ini yang rakyat inginkan, melainkan kedamaian dan kesejahteraan bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-7514027354754853677?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/7514027354754853677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/pembangunan-sosial-budaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/7514027354754853677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/7514027354754853677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/pembangunan-sosial-budaya.html' title='Pembangunan Sosial Budaya'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-8298852045464899276</id><published>2010-04-21T19:06:00.001-07:00</published><updated>2010-04-21T19:06:52.752-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Bahasa Indonesia</title><content type='html'>Bahasa Indonesia saat ini sudah menjadi Ibu Bahasa negara kita, bahasa tidak hanya kita ketahui sebagai alat komunikasi saja, tetapi kita juga harus mengetahui sejarah bahasa Indonesia yang berkembang dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia. Dibawah ini kami akan membahas perkembangan Bahasa Indonesia dari abad ke abad.&lt;br /&gt;Perkembangan dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia sudah menjadi perkembangan yang cukup signifikan, dapat kita lihat bahwa Bahasa Melayu berkembang dari Bahasa Melayu Purba ,Bahasa Melayu Kuno (zaman Sriwijaya, abad 4 – abad 14),Bahasa Melayu Klasik (abad 14 – abad 18), Bahasa Melayu Peralihan (abad 19), Bahasa Melayu Baru (abad 20), Bahasa Melayu Modern (Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia), Menjadi bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928&lt;br /&gt;Perkembangan dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia berkembang dari Ragam Bahasa Melayu, yaitu : Melayu Riau Johor, Melayu Betawi , Melayu Cina , Melayu Manado, Melayu Maluku, Melayu Balai Pustaka, Pujangga Baru, dan sebagainya &lt;br /&gt;Sejarah Bahasa Melayu Kuno terdapat pada prasasti-prasasti yang ditemukan di berbagai tempat dalam kurun waktu yang berbeda, seperti :  Prasasti Kedukan Bukit (Palembang, 16 Juni 682), Prasasti Talang Tuwo (Palembang, 23 Maret 684), Prasasti Kota Kapur (Bangka, 28 Februari 686), Prasasti Karang Brahi (Jambi, tahun 692), Prasasti Telaga Batu (Palembang, abad ke-7), Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan, abad ke-7), Prasasti Sojomerto (Pekalongan, abad ke-7), Prasasti Manjucrighra (Klaten, 6 November 792), Prasasti Kayumwungun (Temanggung, tahun 824), Prasasti Sang Hyang Wintang I (Gandasuli ,Temanggung, Jawa Tengah, tahun 832), Prasasti Sang Hyang Wintang II (Gandasuli ,Temanggung, Jawa Tengah), Prasasti Dampu Hawang Glis (Gandasuli, Temanggung, Jawa Tengah), Prasasti Laguna (Manila, tahun 900, tidak lengkap), Prasasti Hujung Langit (Lampung, tahun 997), Prasasti Bukateja (Purbalingga, Jawa Tengah), Prasasti Dewa Drabya (Dieng, Jawa Tengah), Prasati Kedonganan (Bali), Prasasti Loloan (Bali), Prasasti Trangganu (Terengganu tahun 1326 atau 1386), Prasasti Pagar Ruyung (tahun 1356), Nisan Minye Tujuh (Aceh, tahun 1380), Prasasti Kebon Kopi (Bogor, Jawa Barat), Prasasti Jebung (Lampung), Prasasti Padang Roco (Sumatra Barat), Prasasti Bukit Gombak (Sumatra Barat)&lt;br /&gt;Ditemukan juga Aksara dalam Tulisan yang ditulis melalui Melayu Kuno ditulis dalam aksara Palawa dan Dewanagari , Melayu Klasik ditulis dalam aksara Jawi (modifikasi Arab), Melayu Peralihan dan kemudian ditulis dalam aksara Latin, Aksara Latin menurut ejaan Bahasa Belanda (Indonesia), Aksara Latin  menurut ejaan Bahasa Inggris (Malaysia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam perkembangan Bahasa Melayu kuno terdapat beberapa Ciri Bahasa Melayu Kuno yang membuat bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa-bahasa lainnya, seperti :&lt;br /&gt;• Aksara b sekarang, dulu berupa v (di antara v dan w)&lt;br /&gt;• Tidak ada lafal e (berbentuk a atau o)&lt;br /&gt;• Awalan di-, dulu berupa ni-&lt;br /&gt;• Awalam me-, dulu berupa ma-&lt;br /&gt;• Awalam ber-, dulu berupa mar-&lt;br /&gt;• Akhiran –nya, dulu berupa –na &lt;br /&gt;• Ada kalanya –nya-, dulu –na-   (vanakna)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua perkembangan Bahasa Indonesia dari abad ke abad dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia ternyata patut diacungi jempol karena memiliki keunikannya sendiri, melalui perkembangan-perkembangannya yang ditemukan melalui berbagai prasasti, aksara dalam tulisan, ciri khas bahasa Melayu Kuno dan sebagainya. Hal ini membuat kami sadar betapa kami kagum dan bangga menjadi warga Negara Indonesia yang dapat menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-8298852045464899276?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/8298852045464899276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/sejarah-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/8298852045464899276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/8298852045464899276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/sejarah-bahasa-indonesia.html' title='Sejarah Bahasa Indonesia'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-3612326809393313758</id><published>2010-04-21T12:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T18:37:53.557-07:00</updated><title type='text'>-  Perbedaan kuanti – kuali dan paradigma dalam Ilmu Sosial</title><content type='html'>• Paradigma adalah cara atau alat atau perspektif yg kita gunakan untuk melihat segala sesuatu.&lt;br /&gt;• Menurut Babble, paradigma adalah skema atau model yg menstema cara kita melihat sesuatu seperti apa.&lt;br /&gt;• Paradigma terkait dengan pengetahuan, gender, latar belakang, status sosial.&lt;br /&gt;• Paradigma positivistik : melihat realitas sosial bahwa ada hukum seperti hukum alam yg mengatur dan mengedalikan realitas sosial.&lt;br /&gt;• Paradigma konflik : kita melihat dalam realitas sosial ada kelompok yg mendominasi kelompok lain. Cth : pria merasa di atas wanita, majikan dengan buruh.&lt;br /&gt;• Paradigma Interaksionisme simbolik : membangun realitas sosial dari individu-individu yg ada di dalamnya.&lt;br /&gt;• Paradigma Etnomethoclology : realitas sisial dipahami berdasarkan sudut pandang subjektif individu.&lt;br /&gt;• Paradigma Structural Functiaonlist : masyarakat disusun berdasarkan fungsi tiap-tiap individu melihat realitas berdasarkan fungsi-fungsi di individu.&lt;br /&gt;• Paradigma Feminis : melihat bahwa wanita....karena pria...&lt;br /&gt;• Paradigma Kontemporary : melihat bahwa adanya relativisme tdk ada yg mutlak / absolut.&lt;br /&gt;Deby N Hidayat (2005) : Positivism, critical theorities, constructivism&lt;br /&gt;Guba and Lincoln : Positivism, Post-positivism, critical theorities, constructivism&lt;br /&gt;Dimensi-dimensi dalam paradigma :&lt;br /&gt; Ontologi : asumsi objektif / subjektif, bagaimana cara kita melihat realitas. Apa realitas di luar anda atau realitas itu berada dalam diri anda. &lt;br /&gt; Epist emologus: hubungan antara peneliti dan yg diteliti&lt;br /&gt; Metodologi : bagaimana cara kita mendapatkan data&lt;br /&gt; Aksiologi : pemilihan nilai, etika, pilihan moral peneliti dalam penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Ontologis :&lt;br /&gt; Klasik : realitas berada di luar kita&lt;br /&gt; Konstruktif : kebenaran realitas itu relatif berdasarkan konstruksi sosial kita&lt;br /&gt; Kritis : realitas yg kita lihat itu semu karena terbentuk dari proses sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public Relations Research&lt;br /&gt;Metode-metode yg digunakan :&lt;br /&gt; Survey : deskriptif dan eksplanatif&lt;br /&gt; Deskriptif  : survey yang dilakukan cenderung menggambarkan kejadian yang dipertanyakan.&lt;br /&gt; Eksplanatif : survey yang dilakukan dengan cara menjelaskan secara mendetil objek yang dipertanyakan.&lt;br /&gt; Communication Adult&lt;br /&gt; Unobfrusive&lt;br /&gt;Penelitian Image :&lt;br /&gt; Motivasi : dorongan/dukungan&lt;br /&gt; Efektifitas : kemudahan&lt;br /&gt; Analisis Isi : pengamatan isi proposal.&lt;br /&gt; Indiv public studies&lt;br /&gt;Public Opinion Research :&lt;br /&gt; PR research on companies&lt;br /&gt; PR audit&lt;br /&gt; Research on recent condition staff that...&lt;br /&gt; Human relations research&lt;br /&gt;Aktivitas PR :&lt;br /&gt; Press Agentry&lt;br /&gt; Promotion&lt;br /&gt; Publicity&lt;br /&gt; Public Affair&lt;br /&gt; Research&lt;br /&gt; Graphics&lt;br /&gt; Advertising&lt;br /&gt; Marketing&lt;br /&gt; Merchandising&lt;br /&gt;Evaluasi PR :&lt;br /&gt; Sejauh mana publisitas dilakukan (the extent of publicity)&lt;br /&gt; Statistik Ordains dan public&lt;br /&gt; SDA seperti apa (resources based)&lt;br /&gt; Opini (collecting opinion)&lt;br /&gt;CSR ( Coorporate Siocial Responsibility ) studies : needs, desires, wants, interest (needs assessment)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-3612326809393313758?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/3612326809393313758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/perbedaan-kuanti-kuali-dan-paradigma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3612326809393313758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3612326809393313758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/perbedaan-kuanti-kuali-dan-paradigma.html' title='-  Perbedaan kuanti – kuali dan paradigma dalam Ilmu Sosial'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-2912382654648731534</id><published>2010-04-21T12:25:00.001-07:00</published><updated>2010-04-21T12:26:30.956-07:00</updated><title type='text'>-  Leadership dan Komunikasi</title><content type='html'>Leadership dan Komunikasi&lt;br /&gt;Leadership adalah suatu kekuasaan untuk memimpin suatu organisasi/kelompok dengan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda sesuai dengan karakter dari setiap pribadi, ditujukan untuk mengarahkan kerja para anggota organisasi/kelompok agar dapat tetap fokus dan berkembang kepada tujuan inti / visi organisasi/kelompok tersebut.&lt;br /&gt;Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menjalankan leadership, tanpa adanya komunikasi yang baik,  maka leadership akan cenderung passive, kaku, dan tidak bersahabat, sehingga memungkinkan terjadinya konflik akibat kurang komunikasi / salah paham satu sama lain.&lt;br /&gt;Salah satu konsep leadership :&lt;br /&gt;• Idealis  : Soekarno&lt;br /&gt;• Meluap – luap : Soeharto&lt;br /&gt;• Pintar  : Habibie&lt;br /&gt;• Cuek  : Gus Dur&lt;br /&gt;• Retonka, intelektual : SBY&lt;br /&gt;• Kebatinan  : Megawati&lt;br /&gt;• Friendship, manusiawi, aktivis : Obama&lt;br /&gt;• Keras, tegas   : PM Inggris (Margareth Hatcher)&lt;br /&gt;Resonansi (yg dipakai dalam konteks kepemimpinan) = menggema&lt;br /&gt;4 inti domain kecerdasan emosi dan kompetensi diri yg terkait&lt;br /&gt;Kompetensi pribadi : kemampuan-kemampuan ini menentukan bagaimana kita mengelola diri kita sendiri&lt;br /&gt;Kesadaran diri : &lt;br /&gt;• Kesadaran diri emosi : membaca emosi diri sendiri dan mengenali dampaknya, menggunakan insting untuk menuntun keputusan&lt;br /&gt;• Penilaian diri yg akurat&lt;br /&gt;• Kepercayaan diri&lt;br /&gt;• Pengelolaan diri :&lt;br /&gt; Kendali dalam emosi :  mengendalikan emosi dan dorongan yg meledak-ledak&lt;br /&gt; Transparansi : menunjukkan kejujuran dan integritas, kelayakan untuk dipercaya&lt;br /&gt; Kemampuan menyesuaikan diri : kelenturan di dalam beradaptasi dengan perubahan situasi / mengatasi perubahan&lt;br /&gt; Pencapaian : dorongan untuk memperbaiki kinerja untuk memenuhi standar prestasi yg ditentukan oleh diri sendiri&lt;br /&gt; Inisiatif : kesiapan untuk bertindak dan menggunakan kesempatan&lt;br /&gt; Optimisme : melihat sisi positif suatu peristiwa&lt;br /&gt;• Kompetensi sosial : kemampuan ini menentukan bagaimana kita mengelola hubungan&lt;br /&gt;• Kesadaran sosial :&lt;br /&gt; Empati : merasakan emosi orang lain, memahami sudut pandang mereka dan berminat aktif pada kekhawatiran mereka&lt;br /&gt; Kesadaran organisasional : membaca apa yang terjadi, keputusan jaringan kerja dan poitik ditingkat organisasi&lt;br /&gt; Pelayanan :  mengenali dan memenuhi kebutuhan pengikut klien / pelanggan&lt;br /&gt;Pengelolaan relasi :&lt;br /&gt; Kepemimpinan yg menginspirasi, membimbing dan memotivasi dengan semangat&lt;br /&gt; Pengaruh : menguasai taktik&lt;br /&gt; Mengembangkan orang lain&lt;br /&gt; Kualitas perubahan : memprakarsai, mengelola&lt;br /&gt; Pengelolaan konflik&lt;br /&gt; Membangun ikatan&lt;br /&gt; Kerja kelompok dan kolaborasi : Kerjasama&lt;br /&gt;Gaya kepemimpinan:&lt;br /&gt; Visioner :&lt;br /&gt; Bagaimana gaya ini membangun, menggerakan orang-orang ke arah impian bersama&lt;br /&gt; Dampak terhadap iklim emosi paling positif&lt;br /&gt; Kapan penggunaan yg tepat : ketika perubahan membutuhkan visi baru atau ketika dibutuhkan dgn jelas&lt;br /&gt; Pembimbing :&lt;br /&gt; Menghubungkan apa saja yg diinginkan seseorang dengan sasaran organisasi&lt;br /&gt; Iklim emosi sangat positif&lt;br /&gt; Ketika membantu karyawan memperbaiki kinerja dengan membangun kemampuan jangka panjang&lt;br /&gt; Afiliatif :&lt;br /&gt; Menciptakan harmoni&lt;br /&gt; Emosi sangat positif&lt;br /&gt; Ketika menengahi benturan dalam tim, memotivasi di saat-saat yg menekan atau menguatkan hubungan&lt;br /&gt; Demokratis:&lt;br /&gt; Menghargai masukan orang dan mendapat komitmen melalui partisipasi&lt;br /&gt; Iklim emosi positif&lt;br /&gt; Ketika membangun persetujuan atau kesepakatan atau mendapatkan masukan dari pegawai. Cth : kasus suster mary&lt;br /&gt; Penentu kecepatan :&lt;br /&gt; Menghadapi tantangan dan tujuan yg menarik&lt;br /&gt; Karena kadang digunakan secara buruk dampaknya sering negatif&lt;br /&gt; Ketika ingin mendapatkan hasil berkualitas tinggi dan tim yang bermotivasi kompeten&lt;br /&gt; Memerintah :&lt;br /&gt; Menenangkan rasa takut dengan memberi arah yg jelas di dalam keadaan darurat&lt;br /&gt; Karena kadang digunakan secara buruk dampaknya sering negatif&lt;br /&gt; Ketika saat kritis, untuk membangkitkan peruabahan arah atau pada pegawai yg bermasalah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-2912382654648731534?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/2912382654648731534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/leadership-dan-komunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/2912382654648731534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/2912382654648731534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/leadership-dan-komunikasi.html' title='-  Leadership dan Komunikasi'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-2351719635018797667</id><published>2010-04-21T07:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T12:27:34.145-07:00</updated><title type='text'>-  Presentation Poss</title><content type='html'>ASPEK HUKUM tentang perangkat lunak open source, harus membahas dalam perspektif berikut: A. Latar Belakang &amp; pengembangan perangkat lunak open source B. kebijakan Pemerintah &amp; tindakan C. Perangkat Lunak Komputer Properti (aspek hukum)&lt;br /&gt;Latar Belakang &amp; pengembangan perangkat lunak open source&lt;br /&gt;Perangkat lunak saat ini digunakan oleh masyarakat untuk semua manusia&lt;br /&gt;aktivitas dan membuat hidup mudah (tergantung);&lt;br /&gt;Perangkat Lunak (eksklusif dan mahal);&lt;br /&gt;Perangkat Lunak merupakan salah satu bisnis besar di bumi.&lt;br /&gt;Pola pikir, budaya, fasilitas (dengan komputer / perangkat lunak) mudah&lt;br /&gt;digunakan dalam berbagai itu harus berubah / dipengaruhi manusia&lt;br /&gt;karakter&lt;br /&gt;Software dan perkembangannya, tidak eksklusif danLINUX sebagai contoh kisah sukses perangkat lunak open source;&lt;br /&gt;Open source ≠ kode sumber (ditutup);&lt;br /&gt;Open source berarti kode sumber (non-rahasia /&lt;br /&gt;diungkapkan informasi), akses publik, referensi dan multi&lt;br /&gt;Platform;&lt;br /&gt;sumber Ditutup berarti source code tidak dibagikan kepada&lt;br /&gt;→ publik melindungi → hak (tidak ada badan-mencuri / salin);&lt;br /&gt;Tingkat (programmer) VS hobi, semangat;&lt;br /&gt;Open Source Software = Gratis;&lt;br /&gt;Open Source Software sebagai alternatif;&lt;br /&gt;untuk monopoli. Bagaimana dengan Microsoft?&lt;br /&gt;Kebijakan aksi pemerintah:&lt;br /&gt;IGOS: `Indonesia, Go Open Source&lt;br /&gt;IGOS merupakan inisiatif pemerintah untuk menggunakan OSS sebagai platform&lt;br /&gt;untuk aplikasi perangkat lunak di Indonesia yang berbentuk sebagai&lt;br /&gt;Nasional untuk memperkuat program informasi nasional&lt;br /&gt;teknologi&lt;br /&gt;IGOS Visi: Untuk mewujudkan sebuah ilmu teknologi sebagai&lt;br /&gt;perdana mendukung kapasitas produksi nasional untuk&lt;br /&gt;peningkatan kepercayaan peradaban, diri suatu kesejahteraan&lt;br /&gt;bangsa&lt;br /&gt;Penegakan Hukum: untuk mengurangi pembajakan perangkat lunak dalam&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar komitmen / Aksi polos berdasarkan Pernyataan Pilar Utama (tanggal 30 Juni 2004&lt;br /&gt;Untuk menyebarluaskan pemanfaatan OSS di Indonesia&lt;br /&gt;Untuk mempersiapkan pedoman pemanfaatan OSS di Indonesia&lt;br /&gt;Untuk mendirikan pusat Untuk menggunakan "perangkat lunak hukum" dalam lembaga-lembaga pemerintah&lt;br /&gt;OSS berdasarkan kompetensi pelatihan dan teknologi informasi ada pusat bisnis inkubator di Indonesia&lt;br /&gt;Untuk mendukung dan meningkatkan kapasitas koordinasi, kemauan, dan partisipasi optimal untuk pemanfaatan OSS di pemerintah dan masyarakat sipil. OSS satu dari internasional / isu-isu global&lt;br /&gt;The Nation Bersatu Konferensi Konferensi Perdagangan Pembangunan (UNCTAD) tahun 2003 merekomendasikan bahwa negara berkembang untuk mengadopsi Free OSS&lt;br /&gt;Membangun Organisasi Perdagangan Dunia tanggal 15 April 1994 Di Marrakesh, Maroko. Ratifikasi oleh Undang-undang UU No 7 Tahun 1994 tanggal 2 Nopember 1994 tentang: 1. Ratifikasi Perjanjian Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). 2. Persetujuan Perdagangan Terkait Aspek Hak Kekayaan Intelektual, termasuk Perdagangan Barang Palsu / TRIPS AGREEM&lt;br /&gt;Penyisihan khusus dalam Perjanjian TRIPs Perlindungan hak cipta, sebagai berikut: - Penciptaan dilindungi oleh Konvensi Berne, - PROGRAM KOMPUTER, - Database, - Pelaku (acara live, catatan (fonogram)) - fonogram (perekaman suara atau bentuk media lainnya); - penyiaran (termasuk program TV, Radio dan pelaporan kinerja hidup).&lt;br /&gt;Lisensi Wajib untuk OSS:&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang o: OSS memiliki fungsi sosial kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Lisensi Wajib? Bagaimana mekanisme: berarti mengambil alih OSS pengambilalihan / oleh Negara (oleh badan pemerintah yang terkait) untuk penerbitan / reproduksi perangkat lunak komputer dengan konsep kompensasi kepada para penulis / pemilik OSS.&lt;br /&gt;Lisensi wajib adalah bertentangan dengan hukum IP?&lt;br /&gt;Bagaimana, jika pemerintah mengembangkan Lisensi Wajib kepada Microsoft? direkomendasikan bagi negara berkembang.&lt;br /&gt;OSS adalah un akrab (banyak orang Indonesia adalah kurangnya pengetahuan dengan perangkat lunak open source)&lt;br /&gt;OSS tidak user friendly (dalam-ahli pengguna)&lt;br /&gt;Sulit untuk mengakses untuk mencari OSS (OSS distribusi umum melalui internet, sedangkan akses internet di Indonesia sangat terbatas (sulit untuk download)&lt;br /&gt;Kurangnya perhatian publik untuk OSS (orang mudah menemukan perangkat lunak ilegal (tidak benar-benar membutuhkan OSS))&lt;br /&gt;Aspek Hukum tentang Software Open Source:&lt;br /&gt;OSS bukan berarti ide-ide penciptaan / inovasi keterampilan yang timbul dari programer (kolektif atau perorangan)&lt;br /&gt;OSS adalah properti: (harta tak berwujud) berdasarkan IP Hukum bahwa perangkat lunak komputer yang memenuhi syarat sebagai benda bergerak.&lt;br /&gt;OSS telah penulis, pemilik, Lisensi, Licensees? (Bagaimana melindungi mereka?&lt;br /&gt;Haruskah OSS gratis? Bagaimana dengan royalti, mekanisme kompensasi?&lt;br /&gt;Haruskah OSS melindungi dengan Undang-undang? atau Public Domain?&lt;br /&gt;Jika ada sengketa &amp; penegakan pada OSS&lt;br /&gt;Istilah perangkat lunak:&lt;br /&gt;Program Komputer akan berarti:&lt;br /&gt;satu set instruksi yang dibuat dalam bentuk bahasa, kode, diagram, atau sejenisnya, yang dikombinasikan dengan media yang dapat dibaca oleh komputer, akan membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi khusus atau mencapai hasil yang khusus, termasuk persiapan untuk merancang instruksi.&lt;br /&gt;(Pasal 8 UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta &amp; Hak Istimewa)&lt;br /&gt;: Penerbitan kanan&lt;br /&gt;hak reproduksi&lt;br /&gt;tugas yang tepat&lt;br /&gt;Larangan hak&lt;br /&gt;The Hak Eksklusif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hak eksklusif&lt;br /&gt;pencipta atau penerima hak&lt;br /&gt;untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaan atau&lt;br /&gt;memberikan lisensi / ijin&lt;br /&gt;tanpa mengurangi pembatasan hukum dan peraturan yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUBLIKASI&lt;br /&gt;pembacaan, penyiaran, tampilan, penjualan, sirkulasi atau penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan cara apapun, termasuk internet, atau melalui kegiatan apa pun untuk memungkinkan orang lain untuk membaca, mendengar atau melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPRODUKSI&lt;br /&gt;tindakan meningkatkan jumlah penciptaan, baik seluruh atau sebagian sangat besar dari itu, dengan menggunakan material yang sama atau berbeda, termasuk mengubah secara permanen atau untuk sementara.&lt;br /&gt;Assigment (komersialisasi)&lt;br /&gt;memberikan izin kepada pihak lain untuk mengumumkan dan / atau mereproduksi nya / ciptaan nya atau produk hak terkait dengan persyaratan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRHOHIBITION&lt;br /&gt;bertindak untuk melarang pihak lain tanpa hak / izin (penerbitan dan / atau reproduksi) penciptaan, baik seluruh bagian atau besar itu (illegal&lt;br /&gt;Cara mendapatkan Perlindungan (Hak): (Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 36). - Otomatis perlindungan sejak ekspresi riil (dalam bentuk materi): untuk membaca, mendengar atau melihat oleh orang. , - Voluntary pendaftaran (non-kewajiban) Pasal 36: Pendaftaran IP diselenggarakan oleh Kantor, Penciptaan tercantum dalam Daftar Umum Kantor Penciptaan Fungsi IP: atas nama negara untuk mengelola administrasi &amp; Pendaftaran Penciptaan&lt;br /&gt;Restriction Gunakan Hak Cipta (Pasal 15 butir e &amp; g Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002). â € OEE. reproduksi ciptaan selain program komputer dalam jumlah terbatas, dengan cara apa pun atau perangkat atau proses serupa, oleh perpustakaan umum non-profit, lembaga ilmu pengetahuan atau bidang pendidikan dan pusat-pusat dokumentasi hanya dalam kepentingan kegiatan mereka; g. pembuatan salinan cadangan program komputer oleh pemilik program komputer hanya untuk € use.â pribadi . Penggunaan ciptaan tidak akan dianggap sebagai pelanggaran hak cipta jika sumber penciptaan disebutkan secara jelas dan praktik ini terbatas untuk kegiatan non komersial, termasuk kegiatan sosial. Contoh: kegiatan di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian dan pengembangan, dengan ketentuan bahwa kegiatan tersebut tidak merugikan kepentingan wajar dari penciptanya.&lt;br /&gt;Apakah OSS harus dilindungi oleh Paten Sistem? sistem Paten dilindungi untuk mengajukan pendaftar pertama / file pertama pemohon mendaftar untuk Paten Office jika tidak ada aplikasi paten = penemuan tidak / Paten Bagaimana dengan kerahasiaan informasi? Apakah OSS harus dilindungi oleh Paten Sistem? Kebutuhan untuk penemuan Paten diberikan oleh: 1. Baru 2. Langkah inventif / fungsi baru 3. penerapan industry. Apakah OSS harus dilindungi oleh Paten Sistem? Penemuan: - penemu / programmer ide, - dibuat dalam bentuk tertentu menyelesaikan masalah / solusi (kejutan) - di bidang teknologi - produk dan / atau proses dan de-nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-2351719635018797667?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/2351719635018797667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/presentation-poss.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/2351719635018797667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/2351719635018797667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/presentation-poss.html' title='-  Presentation Poss'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-9082618471825315750</id><published>2010-04-21T06:40:00.001-07:00</published><updated>2010-04-21T12:28:03.315-07:00</updated><title type='text'>-  Psikologi massa</title><content type='html'>• kita cenderung merasa nyaman melakukan hal-hal bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawanan burung kawanan binatang, sebuah kawanan dari ikan dll mereka semua tampaknya mengikuti seorang pemimpin. mass psychology is nothing but group behaviour, where by the masses feel comfortable doing something simply because they are able to draw comfort from the fact that there are many others like themselves doing the same thing. &lt;br /&gt;Cara untuk keuntungan dari fenomena ini adalah untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan pendidikan kita dan sebagian besar budaya kita dan itu adalah untuk menolak mentalitas kawanan dan berusaha untuk menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;. Dalam kerumunan apapun, Danijel therapy terapi kelompok situasi, Yang Yang memimpin adalah Orang Yang menarik * Semua Manfaat, sedangkan orangutan Orang Yang mengikuti secara membuta adalah Orang Yang orangutan * Semua mengambil risiko.&lt;br /&gt;Crowd cabang psikologi adalah psikologi USING sosial. biasa dengan Orang-Orang biasanya dapat memperoleh kekuasaan bertindak secara Langsung Artikel Baru kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara historis, KARENA kelompok Besar Orang telah mampu melahirkan perubahan dramatis Dan tiba-tiba Artikel Baru Cara Yang bypasses didirikan transovarial sosial mereka, juga memicu kontroversi.&lt;br /&gt;• Social scientists have developed several different theories for explaining crowd psychology, and the ways in which the psychology of the crowd differs significantly from the psychology of those individuals within it. &lt;br /&gt;• Carl Jung, Gustave Le Bon, Wilfred Trotter, Gabriel Tarde, Sigmund Freud and Elias Canetti. &lt;br /&gt;Teori klasik:&lt;br /&gt;Sigmund Freud:&lt;br /&gt;orang-orang yang berada dalam kerumunan tindakan berbeda terhadap orang-orang dari orang-orang yang berpikir secara individual.&lt;br /&gt;Pikiran kelompok itu akan bergabung untuk membentuk sebuah cara berpikir.&lt;br /&gt;antusiasme Setiap anggota akan meningkat sebagai hasilnya, dan satu menjadi kurang menyadari sifat sejati dari tindakan seseorang.&lt;br /&gt;Le Bon: anonimitas mendorong orang banyak dan kadang-kadang menimbulkan emosi telah menjadi sesuatu yang klise seorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clark McPhail: "kerumunan madding" tidak mengambil hidup sendiri, terpisah dari pikiran dan niat anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norris Johnson: (setelah menyelidiki panik di konser 1979 Siapa) kerumunan terdiri dari kelompok-kelompok kecil banyak orang sebagian besar mencoba untuk saling membantu. Pada akhirnya, para pemimpin itu sendiri mengidentifikasi diri mereka i&lt;br /&gt;Theodor Adorno:&lt;br /&gt;mengkritik kepercayaan dalam spontanitas massa,&lt;br /&gt;massa adalah produk buatan dari "kehidupan diadministrasikan" modern.&lt;br /&gt;"Ketika pemimpin sadar psikologi massa dan membawanya ke tangan mereka sendiri, itu akan hilang dalam arti tertentu ... Sama seperti sedikit sebagai orang percaya di kedalaman hati mereka bahwa orang Yahudi adalah iblis, apakah mereka benar-benar percaya pada pemimpin mereka Mereka tidak benar-benar mengidentifikasi diri dengan dia tapi tindakan identifikasi ini, melakukan antusiasme mereka sendiri,. dan dengan demikian berpartisipasi dalam kinerja pemimpin mereka ... Ini mungkin adalah dugaan ini fictitiousness psikologi kelompok sendiri 'mereka' yang membuat fasis begitu banyak tanpa ampun dan didekati. Jika mereka akan berhenti untuk alasan untuk kedua, kinerja keseluruhan akan pergi ke potong, dan mereka akan pergi untuk panik. "[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori penularan:&lt;br /&gt;Terlindung oleh anonimitas orang banyak, orang-orang meninggalkan tanggung jawab pribadi dan menyerah pada emosi menular dari kerumunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kerumunan dengan demikian menganggap kehidupan sendiri, mengaduk emosi dan orang mengemudi ke arah irasional, mungkin kekerasan, tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak menyebabkan orang bertindak dengan cara tertentuorang banyak memberikan pengaruh hipnotis lebih dari anggota mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 bentuk perilaku kolektif:&lt;br /&gt;Orang-orang:&lt;br /&gt;Gustave LeBon: Crowd ini: Sebuah Studi dari Pikiran Populer (1.896), reversions irasional terhadap emosi hewan.&lt;br /&gt;Robert Park dan Herbert Blumer setuju dengan spekulasi LeBon dan lainnya: banyak memang emosional.&lt;br /&gt;orang banyak mampu emosi apapun, tidak hanya negatif yang marah dan takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa:&lt;br /&gt;ini didefinisikan tidak dengan bentuk interaksi melainkan oleh usaha mereka yang menggunakan media massa untuk mengatasi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa cetak pertama.&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun, media massa lainnya diciptakan, dan tingkat penemuan telah dipercepat selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Dampak massa pada masyarakat telah menjadi lebih besar dan lebih besar, sehingga pada saatnya kita massa memiliki dampak sosial yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi tentang komunikasi massa, seperti polling opini publik, telah hampir menjadi bidang akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan sosial (Blumer):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aktif gerakan-gerakan sosial seperti Revolusi Perancis&lt;br /&gt;mencoba untuk mengubah masyarakat&lt;br /&gt;ekspresif gerakan sosial seperti Alcoholics Anonymous&lt;br /&gt;mencoba untuk mengubah anggota&lt;br /&gt;Gerakan sosial (Blumer):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aktif gerakan-gerakan sosial seperti Revolusi Perancis&lt;br /&gt;mencoba untuk mengubah masyarakat&lt;br /&gt;ekspresif gerakan sosial seperti Alcoholics Anonymous&lt;br /&gt;mencoba untuk mengubah anggota sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-9082618471825315750?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/9082618471825315750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/psikologi-massa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/9082618471825315750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/9082618471825315750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/psikologi-massa.html' title='-  Psikologi massa'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-2014383339244725439</id><published>2010-04-21T06:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T12:29:05.116-07:00</updated><title type='text'>-  Perbedaan Gender</title><content type='html'>SEKS: istilah untuk mnyebut atribut biologis yang menjadikan seseorang itu pria atau wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gender : pembedaan psikologis yang mencakup pengertian akan sifat / ciri kewanitaan dan kepriaan (feminitas dan maskulinitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN GENDER:peran, pola dasar untuk bertindak yang telah ditentukan oleh lingkungan sosial budaya dimana seseorang berada, sesuai jenis kelaminnya, sering bersifat stereotip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maskulin VS Feminim dalam cara berkomunikasi.&lt;br /&gt;Komunikasi nonverbal terdiri atas semua unsur komunikasi, kecuali kata-kata, meliputi simbol, atau tanda-tanda visual (gesture atau gerakan, keragaan), features vocal (intonasi, volume serta tinggi rendahnya suara), serta faktor-faktor lingkungan (seperti penggunaan ruang/spatial dan posisi) yang mempengaruhi makna komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya bahasa, komunikasi nonverbal dipelajari melalui interaksi dengan yang lainnya, merefleksikan dan memperkuat pandangan-pandangan sosial tentang gender serta mendorong orang-orang untuk menyatakan mereka sendiri ke dalam gaya feminin dan maskulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik kepribadian dan perilaku yang terbukti menunjukkan adanya perbedaan gender adalah:&lt;br /&gt;-agresivitas&lt;br /&gt;-kepercayaan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yanga meneunjukkan sedikit perbedaan Gender:&lt;br /&gt;-aktifitas&lt;br /&gt;-kecemasan&lt;br /&gt;-mempengaruhi&lt;br /&gt;-empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek sosial tidak terbukti menunjukkan perbedan gender&lt;br /&gt;Terlalu memfokus pada perbedaan gender,berbahaya jika kita mulai berpikir bahwa pria dan wanita mempunyai perbedaan kepribadian yang menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pembicaraan perempuan yang membedakan karakter mereka:&lt;br /&gt;1. Ditandai apologis.&lt;br /&gt;2. Pernyataan tidak langsung.&lt;br /&gt;3. Pertanyaan yang minta persetujuan&lt;br /&gt;4. Mengkualifikasikan.&lt;br /&gt;5. Perintah yang sopan.&lt;br /&gt;6. Menggunakan istilah color.&lt;br /&gt;7. Cenderung menghindari bahasa vulgar.&lt;br /&gt;8. Sedikit berbicara, banyak mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya tiga pola perbedaan antara perempuan dan laki-laki sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) ada lebih banyak persamaan antara laki-laki dan perempuan dari pada perbedaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) ada variabilitas yang besar berkenaan gaya komunikasi antara laki dan perempuan. Feminis vs maskulinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) sex adalah fakta, gender sebagai gagasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan komunikasi antara perempuan dan laki- laki itu terletak pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kecenderungan feminis versus maskulin, hal ini harus dipandang sebagai dua dialek yang berbeda: antara superior dan inverior dalam pembicaraan. Komunitas feminis – untuk membangun relationship; menunjukkan responsif. Komunitas maskulin – menyelesaikan tugas; menyatakan diri; mendapatkan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perempuan berhasrat pada koneksi versus laki-laki berhasrat untuk status. Koneksi berhubungan erat dengan kedekatan, status berhubungan erat dengan kekuasaan (power).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Raport talk versus report talk. Perbedaan budaya linguistik berperan dalam menstruktur kontak verbal antara laki-laki dan perempuan. Raport talk adalah istilah yang digunakan untuk menilai obrolan perempuan yang cenderung terkesan simpatik. Report talk adalah istilah yang digunakan menilai obrolan laki-laki yang cenderung apa adanya, pokoknya sampai. Berkenaan dengan kedua nilai ini.&lt;br /&gt;Perbedaan cara berkomunikasi:&lt;br /&gt;a. Publik speaking versus private speaking, dalam kategori ini diketemukan bahwa perempuan lebih banyak bicara pada pembicaraan pribadi. Sedangkan laki-laki lebih banyak terlibat pembicaraan publik, laki-laki menggunakan pembicaraan sebagai pernyataan fungsi perintah; menyampaikan informasi; meminta persetujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Telling story, cerita-cerita menggambarkan harapan-harapan, kebutuhan-kebutuhan, dan nilai-nilai si pencerita. Pada kategori ini laki-laki lebih banyak bercerita dibanding perempuan-khususnya tentang guyonan. Cerita guyonan merupakan suatu cara maskulin menegoisasikan status.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Listening, perempuan cenderung menjaga pandangan, berguman sebagai penanda ia mendengarkan dan menyatakan kebersamaannya. Laki-laki dalam hal mendengarkan berusaha mengaburkan kesan itu- sebagai upaya menjaga statusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Asking questions, ketika ingin bicara untuk menyela pembicara, perempuan terlebih dahulu mengungkapkan persetujuan. Tanent menyebutnya sebagai kooperatif-sebuah tanda raport simpatik daripada kompetitif. Pada laki-laki, interupsi dipandang oleh Tanent sebagai power-kekuasaan untuk mengendalikan pembicaraan. Dengan kata lain, pertanyaan dipakai oleh perempuan untuk memantapkan hubungan, juga untuk memperhalus ketidaksetujuan dengan pembicara, sedangkan laki-laki memakai kesempatan bertanya sebagai upaya untuk menjadikan pembicara jadi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Conflict, perempuan memandang konflik sebagai ancaman dan perlu dihindari. Laki-laki biasanya memulai konflik namun kurang suka memeliharanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standpoint Theory (dari Sandra Harding dan Julia Wood).&lt;br /&gt;Sandra harding dan Julia Wood sepakat bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perspektif terpisah, dan mereka tidak memandangnya sebagai sesuatu yang setara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini  perbedaan gender pada insting atau biologis atau intuisi, tetapi perbedaan itu sebagai hasil harapan-harapan budaya dan perlakuan kelompok dalam hal menerima kelompok yang lain. Budaya tidak dialami secara identik, budaya adalah aturan hirarkhi sehingga kelompok yang punya posisi cenderung menawarkan kekuasaan, kesempatan pada anggota-anggotanya. Dalam hal ini teori ini menyatakan bahwa perempuan terposisikan pada hirarkhi yang rendah dibanding posisi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gender adalah sistem makna, sudut pandang melalui posisi dimana kebanyakan laki-laki dan perempuan dipisahkan secara lingkungan, material, simbolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah hipotesis mengenai komunikasi perempuan berdasarkan beberapa temuan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Perempuan lebih banyak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri dibanding laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Perempuan lebih mudah memahami makna laki-laki daripada laki-laki memahami makna perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Perempuan telah menciptakan cara-cara ekspresinya sendiri di luar sistem laki-laki yang dominan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Perempuan cenderung untuk mengekspresikan lebih banyak ketidakpuasan tentang komunikasi dibanding laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Perempuan seringkali berusaha untuk mengubah aturan-aturan komunikasi yang dominan dalam rangka menghindari atau menentang aturan-aturan konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Secara tradisional perempuan kurang menghasilkan kata-kata baru yang populer dalam masyarakat luas; konsekuensinya, mereka merasa tidak dianggap memiliki kontribusi terhadap bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Perempuan memiliki konsepsi humoris yang berbeda dari pada laki-laki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-2014383339244725439?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/2014383339244725439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/perbedaan-gender.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/2014383339244725439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/2014383339244725439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/perbedaan-gender.html' title='-  Perbedaan Gender'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-1953073538969245338</id><published>2010-04-14T07:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T12:30:00.557-07:00</updated><title type='text'>-  Problem  Jurnalisme  Warga</title><content type='html'>Problem  Jurnalisme  Warga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurnalisme menempatkan warga sebagai subyek, yang aktif dan partisipatoris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medium Jurnalisme Warga&lt;br /&gt;Radio dan televisi melakukan interaksi interaktif dengan audience. Blog, twitter sevagai forum komunikasi, pertukaran informasi, dialog, bahkan penyajian berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Media&lt;br /&gt;1. Ruang publik = ruang yang membicarakan urusan publik dan bersama, persoalan dan masalah juga dibicarakan bersama.&lt;br /&gt;2. Institusi sosial = media didirikan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang bermanfaat dan mempunyai nilai di mata masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi Media Sebagai Ruang Publik&lt;br /&gt;Berita ruang publik, terdiri dari berita, wawancara, talkshow.&lt;br /&gt;Parameternya, nilai berita dan kode etik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non berita terdiri dari : opini, surat pembaca, tajuk rencana dan iklan.&lt;br /&gt;Parameternya adalah kepantasan ruang publik dan proporsional dan kode etik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Berita :&lt;br /&gt;1. Aktualitas&lt;br /&gt;2. Akurasi&lt;br /&gt;3. Keberimbangan&lt;br /&gt;4. Relevansi publik&lt;br /&gt;5. Prominensi&lt;br /&gt;6. Proksimitas&lt;br /&gt;7. Kompetensi sumber&lt;br /&gt;8. Konflik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Etik Jurnalistik&lt;br /&gt;1. Tidak berprasangka&lt;br /&gt;2. Tidak sarkastis, sadistis, pornografis&lt;br /&gt;3. Mengandung informasi&lt;br /&gt;4. Menggunakan bahasa yang benar&lt;br /&gt;5. berdasarkan fakta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema Jurnalisme Warga&lt;br /&gt;Perluasan ukuran dan parameter runag publik guna memperkuat perwujudan prinsip-prinsip partisipasi publik atau kolonisasi ruang publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Jurnalisme Warga&lt;br /&gt;1. keterbatasan ruang untuk partisipasi politik warga&lt;br /&gt;2. pemberitaan media yang elitis : tidak banyak menyentuh urusan-urusan masyarakat di akar rumput.&lt;br /&gt;3. Pemilihan sumber berita pada pemberitaan media yang berorientasi kepada sumber-sumber elit : pemerintah, DPR, pakar, intelektual, aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autisme Media&lt;br /&gt;1. Media yang asyk dengan dirinya sendiri&lt;br /&gt;2. Menentukan skala prioritas pemberitaan pertama berdasarkan agenda, nilai, orientasi, dan keyakinannya sendiri, bukan berdasarkan minat, kepentingan, dan kebutuhan pembaca.&lt;br /&gt;3. Media yang tidak benar-benar menyadari kelibatan publik dalam penentuan agenda setting media sebagai konseekuensi status ruang publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Sosial Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Sosial Budaya  harus  berpijak kepada  komitmen untuk  menerapkan konsep dan pendekatan  pembangunan sosial sebagai proses  humanisasi. &lt;br /&gt;Peduli terhadap   aspirasi dan potensi  masyarakat lo k al yang berupa modal  sosial, modal insani dan sumber daya  alam yang dapat dikerahkan bagi  kesejahteraan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mempunyai tanggung jawab agar demokrasi dan kesejahteraan dapat terwujud dengan baik melalui pelayanan sosial di limgkungan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas masyarakat statik&lt;br /&gt;1. Orientasi ke belekang. Orientasi ini lebih terpaku pada masa lalu dibandungkan dengan masa depan yang lebih faktual yang penih tantangan.&lt;br /&gt;2. Fatalistik. Menyerah pada nasib dan keadaan dan menimbulkan ketidakpercayaan diri.&lt;br /&gt;3. Kurang inovatif dan kreatif. Sulit untuk berkreasi dan berinovasi untuk kesejahteraan sosial secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Masyarakat Statik&lt;br /&gt;1. Sifat indolent, tipikal lamban dan malas dalam mengerjakan sesuatu.&lt;br /&gt;2. Tidak menghargai waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas Statik&lt;br /&gt;Sangat menilai tinggi adat istiadat dan aturan yang berlaku. Biasanya mentalitas bekerja asal selesai dan mendapat hasil yang menonjol.  Itu kurang terbuka terhadap yang lain dan sulit meyakinkan orang lain yang bermentalitas tradisionalistik. &lt;br /&gt;Mentalitas kebersamaan sangat menonjol   dibanding individual . kebersamaan  itu  sendiri sebagai sikap  dan perilaku   memang mengandung  nilai – nilai yang  baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAMBAHAN RANGKUMAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mata kuliah kapita selekta, terdapat bahasan mengenai problem jurnalisme warga. Yang berbicara mengenai hal- hal yang berkaitan dengan kegiatan dan dunia jurnalis tak lepas dari warga dan masyarakat sebagai subjek dari jurnalisme ini. keadaan dalam jurnalis ini memang selalu berhubungan dengan masyarakat luas. Mengapa demikian? Karena warga secara aktif, berpartisipasi dalam kegiatan dan proses jurnalisme baik itu dalam bentuk media cetak ataupun elektronik. Ini berbicara tentang apa yang menjadi berita di lapangan, di beberapa tempat, yang tidak dapat di jangkau oleh semua peliput berita, tapi mampu di jangkau oleh warga atau masyarakat sendiri. Sehingga ketika para jurnalis membutuhkan berita untuk keperluan deadline mereka, mereka juga dapat mengambilnya dari warga yang mengirimkan suatu kejadian atau berita lewat video rekaman, atau sms, bisa juga langsung melaporkannya via telp. Jurnalis melakukan hal ini adalah hal yang baru- baru saja di adakan dalam kegiatan jurnalis, karena seiring perkembangan dunia jurnalis yang maju memang semakin mencari cara untuk dapat tetap mencari informasi maupun berita dari berbagai sumber. Ini adalah hal yang bagus, yang akhirnya mendapat respon positif dari warga, di lihat dari partisipasi masyarakat luas dalam memberikan liputan kecil yang mereka temukan.&lt;br /&gt;Medium jurnalisme warga ini juga dalam bentuk radio atau TV. Caranya dengan melakukan interaksi kepada media. Bisa dengan laporan dalam bentuk cerita ataupun wawancara langsung sebagai pihak yang terlibat atau bersangkutan, cara yang lain adalah dengan cara audience mengirimkan rekaman/video/audio kepada media TV/radio yang bersangkutan. Dan video yang  di tayangkan untuk keperluan jurnalis tersebut jika memang layak untuk di tayangkan, tentunya akan di tayangkan pada suatu tayangan berita, guna menambah informasi kepada warga sebagai acuan dalam bermasyarakat. Hal ini memang memiliki kaitannya dengan salah satu kepentingan jurnalisme wartawan dlm hal apapun untuk menyaring segala informasi yang terjadi. Peran masyarakat dalam kegiatan jurnalis ternyata tidak hanya semata- mata sebagai objek berita, namun telah menjadi pencari berita lewat kejadian sekitarnya yang bisa di terima oleh topik jurnalisme.&lt;br /&gt;Jika membicarakan fungsi media sendiri, ada beberapa hal yang mampu membuat kegiatan jurnalis semakin kuat berhubungan dengan kehidupan masyarakat yang tidak hanya mengangkat dunia seputar politik dan beberapa hal lainnya. Media adalah ruang publik yang adalah ruang relevan yang membahas urusan publik. Maksudnya di sini adalah bagaimana keberadaan media yang ada saat ini sebagai pencari berita yang tidak hanya membahas urusan politik tapi juga mengangkat hal- hal yang menyangkut mengenai publik dan masyarakat, sehingga dalam hal ini kategori dalam mencari berita untuk media tidak hanya secara sempit karena itu menyangkut hal-  hal umum yang masih berkaitan dengan masyarakat umum. Media juga sebagai institusi sosial, di mana di dalamnya terdapat ruang bagaimana unsur luar dapat masuk ke dalam dunia jurnalis sebagaimana itu juga menjadi wadah tempat beberapa publik mengapresiasikan segalanya ke dalam bentuk ruang media sebagai jurnalisme yang sebenarnya. Apakah itu sebagai tempat memberikan saran atau kritik sehubungan dengan unsur- unsur tersebut. Mengingat fungsi dari media, tentu tidak lepas dari isi dari media tersebut. Di sini akan membahas tentang isi media sebagai ruang publik, yaitu :&lt;br /&gt;• Berita (ruang publik ) terdiri atas : Berita (dalam berbagai format ), wawancara, talkshow.&lt;br /&gt;• Non berita (ruang privat) terdiri atas : Opini publik, surat pembaca, tajuk rencana, iklan.&lt;br /&gt;• Parameter terdiri atas : Nilai berita, kode etik, kepantasan ruang publik, proposionalitas, kode etik.&lt;br /&gt;Yang di maksud tajuk rencana dalam non berita di atas adalah bagaimana sikap media terhadap berita, ketika terjadi suatu konflik atau pertikaian dalam suatu politik atau berita apapun, maka dalam rubrik tersebut tertera bagaimana media menyingkapi segala bentuk informasi berita dalam bentuk opini juga atau bahasan mengenai hal serupa. Dan kepantasan publik di sini memiliki arti kesopanan dalam berita.&lt;br /&gt;Adapun syarat- syarat yang harus di penuhi jika informasi tersebut memenuhi nilai berita, nilai berita tersebut adalah :&lt;br /&gt;• Aktualitas : harus aktual&lt;br /&gt;• Akurasi&lt;br /&gt;• Keberimbangan : antara berita harus memiliki kaitan dengan yang bersangkutan&lt;br /&gt;• Relevasi publik : harus relevan dengan yang di butuhkan&lt;br /&gt;• Prominensi : popularitas, keterkenalan&lt;br /&gt;• Proksimitas : kedekatan jarak lokasi suatu berita&lt;br /&gt;• Kompetensi sumber : sumber yang di kutip harus kompeten&lt;br /&gt;• Magnitude : kebesaran suatu berita&lt;br /&gt;• Konflik&lt;br /&gt;Kode etik jurnalistik, meliputi :&lt;br /&gt;• Berita tidak berprasangka&lt;br /&gt;• Mengandung konfirmasi&lt;br /&gt;• Tidak sarkatis, sadistis, pornografis&lt;br /&gt;• Menggunakan bahasa yang benar, dan berdasarkan fakta  &lt;br /&gt;Urgensi jurnalisme warga :&lt;br /&gt;• Keterbatasan ruang publik untuk partisipasi politik warga&lt;br /&gt;• Pemberitaan media yang elistis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Autisme media :&lt;br /&gt;• Media yang asik dengan sendirinya&lt;br /&gt;• Menentukan skala prioritas pemberitaan pertama- tama berdasarkan agenda, nilai, orientasi, dan keyakinan sendiri, bukan berdasarkan minat, kepentingan, dan kebutuhan pembaca.&lt;br /&gt;• Media yang tidak benar- benar menyadari pelibatan publik dalam penentuan agenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaduan ke dewan- dewan pers :&lt;br /&gt;• Mayoritas adalah pemberitaan satu sisi, tidak berimbang, tidak ada konfirmasi, dan cenderung menghakimi objek berita&lt;br /&gt;• Media online menggunakan prinsip follow up news, bahwa konfirmasi narasumber dapat di tunda pada berita selanjutnya&lt;br /&gt;• Adilkah hal ini ?&lt;br /&gt;• Bisakah kode etik jurnalistik membenarkan praktek semacam ini ?&lt;br /&gt;• Perlukah di susun parameter baru untuk media online ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-1953073538969245338?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/1953073538969245338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/problem-jurnalisme-warga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/1953073538969245338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/1953073538969245338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/problem-jurnalisme-warga.html' title='-  Problem  Jurnalisme  Warga'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-6970228624248467084</id><published>2010-04-14T07:08:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T12:32:57.629-07:00</updated><title type='text'>-  Komunikasi Politik dan Pembangan</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cvyfi%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing	{mso-style-priority:1;	mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0cm;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-ansi-language:EN-US;	mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; margin-left: 144pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;-KOMUNIKASI POLITIK dan PEMBANGUNAN-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dalam komunikasi politik yang terdapat dalam mata kuliah kapita selekta ini adalah membahas seberapa banyak hal- hal yang berkaitan dengan kegiatan politik dalam masyarakat di bidang komunikasi. Hal ini berkaitan dengan pendapat Nimmo ( 1993:8) yang mengatakan bahwa : komunikasi politik adalah komunikasi yang mengacu pada kegiatan politik. Ini berbicara tentang bagaimana komunikasi tentang kegiatan politik, namun terlepas dari semua itu tidak memiliki kaitan dengan kegiatan- kegiatan partai politik seperti : partai politik, dan sebagainya. Ini permasalahan seputar dunia politik yang memang erat kaitannya dengan konteks segi komunikasi, walau terkadang jika kita melihat kearah yang lebih luas, perbincangan seputar ilmu komunikasi tidak berhenti sampai pada dunia politik saja, namun erat kaitannya antara komunikasi dengan dunia politik. Dan dalam bab ini akan di bahas sebenarnya seperti apa hal- hal yang terkait dengan komunikasi politik serta pembangunan yang memang menjadi acuannya terhadap pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adapun pendapat menurut Krans dan Davis ( 1976:7) yang mengatakan bahwa : komunikasi politik adalah proses komunikasi massa, termasuk komunikasi antar pribadi dan elemen- elemen di dalamnya yang mungkin mempunyai dampak terhadap perilaku politik. Ini bukan berbicara mengenai kegiatan politiknya, namun lebih kepada komunikasi dalam hal politik. Namun tentu ada kaitannya dengan kegiatan politik itu sendiri pada akhirnya, karena seperti di lihat pengertian daripada pendapat Krans dan Davis di atas, bahwa memang ini adalah proses komunikasi massa yang melibatkan banyak elemen dan pihak, sehingga akan menjadi kritik atau sendiri bagi kegiatan pemerintahanya. Karena biasanya yang menjadi bahasan dalam perbincangan politik ialah seputar pemerintahannya yang sedang berlangsung saat itu, terlepas dari semua kegiatannya tapi ini lebih kepada peran politik sebagai pemerintahan yang memang harus bersifat demokratis. Untuk itu di butuhkan pemerintahannya yang demokrasi dalam sistem politik itu sendiri. Sistem politik di katakan demokrasi apabila para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu di pilih melalui pemilihan umum yang memang di peruntukkan dari rakyat untuk rakyat, hal ini memang berlaku juga dalam konteks komunikasi politik yuang di jalani. Pemilihan umun yang bebas, adil, jujur, dan semua penduduk dewasa yang memang berhak memberikan suara (dalam pemilu) tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di sini pers dan media massa sebenanya bebas mengeluarkan pendapatnya mengenai sistem- sistem pemerintahan dan yang berkaitan dengan politik itu sendiri, namun pada pelaksaannya kadang pers atau media massa kita sulit untuk secara terang- terangan mengemukakan pendapatnya terlebih oleh hukum- hukum yang terkait dengan batasan pers ataupun media dalam berbicara menyangkut petinggi atau pemerintahan negara dalam sistem politik. Di dalam komunikasi politik menyangkut pribadi atau tatanan dunia politik yang terkadang di temukan perdebatan yang tidak searah karena memang beberapa di antaranya perbedaan prinsip atau pendapat itu biasa, asal masih dalam batasan keadilan dalam etika berkomunikasi yang semestinya. Ketika dalam mengemukakan pendapat yang biasa kita temukan dalam debat- debat politik yang ada, terdapat konflik yang mungkin timbul karna perbedaan antara pendapat yang satu dengan lainnya. Semua masih wajar dan boleh di terima, jika hanya sebatas berteriak dan angkat kaki ke meja, tidak di perbolehkan dalam hal kekerasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adapun komponen komunikasi politik yang terkandung di dalamnya : Komunikator politik, adalah seseorang yang mampu berbicara tentang hal- hal politik. Tentunya ia ahli dalam hal yang memiliki kaitan dengan politik karena secara tidak langsung juga ia mengamati perkembangan dunia politik yang tengah berlangsung, sehingga dalam mengemukakan pendapat atau berkomunikasi (politik) tentunya sangat mengerti karna memang itu yang ia jalankan dalam kegiatan sehari- harinya. Memang ia tidak langsung terjun ke dalam dunia politik, namun ia cukup memiliki banyak pengetahuan sebagai komunikator politik yang benar dalam berkomunikasi. Lalu, komponen kedua dalam komunikasi politik adalah pesan politik yang merupakan menyangkut pesan politik, menyangkut pembicaraan dan aneka informasi politik tentang kekuasaan, pengaruhnya dalam masyarakat. Hal ini berkaitan dengan pesan politik yang secara gamblang dalam komunikasi politik itu sendiri yang berkaitan dengan ilmu pemerintahan yang tercipta dalam penyesuaian politik itu, seperti contohnya pesan mengenai anjuran untuk ikut pemilu yang memang di ciptakan untuk rakyat yang berdemokrasi. Pesan politik ini juga harus mampu mempengaruhi sistem politik yang ada, karna ini erat kaitannya dengan apa yang memang harus di sampaikan ke khalayak ramai, dan untuk menyampaikan hal tersebut adalah orang yang ahli dalam menyampaikan pesan politik yaitu adalah komunikator politik yang telah di bahas di atas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Komponen ketiga, adalah media komunikasi politik yaitu secara umum adalah alat untuk mengirimkan pesan- pesan politik. Ini seperti media yang di jalankan dalam pemilu ataupun pemilihan orang- orang penting, seperti pemilihan gubernur, bupati, atau yang lainnya. Melalui media komunikasi, dapat dengan mudah terjangkau seluruh masyarakat yang ikut andil dalam pemilihan tersebut. Karena lewat media komunikasi berupa iklan- iklan di televisi, radio, koran, dan media cetak lainnya, dapat terakses seluruh informasi tentang politik yang memiliki kaitan dengan negara pemerintahan. Dan sekarang tidak hanya melalui media cetak, namun juga telah merambah ke dunia maya atau yang di sebut internet. Ini lebih cepat walaupun keakuratan suatu informasi atau kepastian apa yng di akses melalui situs internet masih sangat minim, mengingat apa yang dapat di akses melalui internet sangat cepat dalam waktu kapan pun, dan di mana pun. Komponen keempat, adalah khlayak komunikasi politik. Ini berbicara tentang bagaimana khalayak komunikasi politik dapat di bentuk melalui opini publik. Opini publik sendiri tercipta melalui masyarakat yang mengikuti perkembangan arus dunia politik dan perkembangannya. Karna dalam dunia politik tidak hanya di konsumsi oleh pakar politik atau orang yang bergelut dalam dunia politik, namun juga masyarakat yang mengikuti perkembangan politik. Komponen kelima adalah komponen terakhir, yaitu dampak komunikasi dalam politik, yaitu konsekuensi dari sosialisasi politik. Seperti telah di bahas di atas tadi, adanya kemungkinan- kemungkinan mengenai perbedaan pendapat dalam dunia politik, untuk itu perselisihan yang mungkin terjadi telah membuat sosialisasi antara kehidupan politik tersebut. Bersosialisasi memang baik, tapi dalam perjalanannya kadang memang membuat perdebatan tiada hentinya, namun dapat di lihat kembali bahwa di dalam perbedaan yang ada justru permasalahan menjadi ada bahasannya, di mulai dari saling mengemukakan pendapat lalu di temukan solusinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pembangunan dalam pemerintahan adalah sesuatu yang memang terus memiliki kemajuan dari tahap ke tahap, tentunya dengan melalui proses. Inovasi- inovasi yang terjadi di mulai dari pemerintahannya sampai pada alat- alat dan orang- orang yang berperan untuk memajukan pembangunan tersebut. Orang- orang yang berperan tersebut tentunya tidak lepas dari media yang mendukung dan membantu mereka dalam memajukan pembangunan baik dari segi pemerintahan, maupun politik. Sehingga dalam memajukan suatu pembangunan dalam bidang apapun, di harapkan datangnya dari semua pihak, tidak hanya melalui pihak yang berperan dalam pembangunan namun masyarakat juga ikut berperan aktif. Karena adapun media massa yang menunjang kegiatan pembangunan seperti TV dan radio. Di harapkan melalui media tersebut, masyarakat dapat memusatkan perhatian mereka terhadap perubahan yang harus tercipta. Dan ada kalanya melalui media massa, khalayak mampu ikut berpartisipasi dengan informasi- informasi yang datang dari media massa tersebut. Karena pembangunan cenderung maju kearah modernisasi, maka segala transmisi di ciptakan untuk mendorong masyarakat ke arah yang lebih maju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tentu banyak segi negatif dari perubahan modernisasi tersebut, namun jika kita melihat bahwa perubahan ke arah yang lebih baik akan tercipta, maka kita pasti akan berusaha untuk membuat perubahan dan inovasi tertentu sehingga pemerintahan tidak kalah dengan pemerintahan negara lain. Menciptakan negara yang mampu bersaing demi kesejahteraan dari kemajuan pembangunan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-6970228624248467084?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/6970228624248467084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/komunikasi-politik-dan-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6970228624248467084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/6970228624248467084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/komunikasi-politik-dan-pembangunan.html' title='-  Komunikasi Politik dan Pembangan'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7271248502229121637.post-3227831380681877476</id><published>2010-04-04T09:48:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T12:33:51.475-07:00</updated><title type='text'>-  my gang's profile of kapitaselekta</title><content type='html'>-  Vyfi Anggraini / NIM : 915070139&lt;br /&gt;-  Cristiani Pratama / NIM : 91507089&lt;br /&gt;-  Theresia Jessica Ong / NIM : 915070174&lt;br /&gt;-  Evelyn Christiansen / NIM : 915070006&lt;br /&gt;-  Ellistina / NIM : 915070192&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami adalah mahasiswi-mahasiswi Universitas Tarumanagara Fakultas Ilmu Komunikasi 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7271248502229121637-3227831380681877476?l=kapitagangster.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kapitagangster.blogspot.com/feeds/3227831380681877476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/my-gangs-profile-of-kapitaselekta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3227831380681877476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7271248502229121637/posts/default/3227831380681877476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kapitagangster.blogspot.com/2010/04/my-gangs-profile-of-kapitaselekta.html' title='-  my gang&apos;s profile of kapitaselekta'/><author><name>Kapita Selekta - Fikom Untar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16928838962523525226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
