Rabu, 14 April 2010

- Komunikasi Politik dan Pembangan


-KOMUNIKASI POLITIK dan PEMBANGUNAN-

Dalam komunikasi politik yang terdapat dalam mata kuliah kapita selekta ini adalah membahas seberapa banyak hal- hal yang berkaitan dengan kegiatan politik dalam masyarakat di bidang komunikasi. Hal ini berkaitan dengan pendapat Nimmo ( 1993:8) yang mengatakan bahwa : komunikasi politik adalah komunikasi yang mengacu pada kegiatan politik. Ini berbicara tentang bagaimana komunikasi tentang kegiatan politik, namun terlepas dari semua itu tidak memiliki kaitan dengan kegiatan- kegiatan partai politik seperti : partai politik, dan sebagainya. Ini permasalahan seputar dunia politik yang memang erat kaitannya dengan konteks segi komunikasi, walau terkadang jika kita melihat kearah yang lebih luas, perbincangan seputar ilmu komunikasi tidak berhenti sampai pada dunia politik saja, namun erat kaitannya antara komunikasi dengan dunia politik. Dan dalam bab ini akan di bahas sebenarnya seperti apa hal- hal yang terkait dengan komunikasi politik serta pembangunan yang memang menjadi acuannya terhadap pemerintahan.
                Adapun pendapat menurut Krans dan Davis ( 1976:7) yang mengatakan bahwa : komunikasi politik adalah proses komunikasi massa, termasuk komunikasi antar pribadi dan elemen- elemen di dalamnya yang mungkin mempunyai dampak terhadap perilaku politik. Ini bukan berbicara mengenai kegiatan politiknya, namun lebih kepada komunikasi dalam hal politik. Namun tentu ada kaitannya dengan kegiatan politik itu sendiri pada akhirnya, karena seperti di lihat pengertian daripada pendapat Krans dan Davis di atas, bahwa memang ini adalah proses komunikasi massa yang melibatkan banyak elemen dan pihak, sehingga akan menjadi kritik atau sendiri bagi kegiatan pemerintahanya. Karena biasanya yang menjadi bahasan dalam perbincangan politik ialah seputar pemerintahannya yang sedang berlangsung saat itu, terlepas dari semua kegiatannya tapi ini lebih kepada peran politik sebagai pemerintahan yang memang harus bersifat demokratis. Untuk itu di butuhkan pemerintahannya yang demokrasi dalam sistem politik itu sendiri. Sistem politik di katakan demokrasi apabila para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem itu di pilih melalui pemilihan umum yang memang di peruntukkan dari rakyat untuk rakyat, hal ini memang berlaku juga dalam konteks komunikasi politik yuang di jalani. Pemilihan umun yang bebas, adil, jujur, dan semua penduduk dewasa yang memang berhak memberikan suara (dalam pemilu) tersebut.
                Di sini pers dan media massa sebenanya bebas mengeluarkan pendapatnya mengenai sistem- sistem pemerintahan dan yang berkaitan dengan politik itu sendiri, namun pada pelaksaannya kadang pers atau media massa kita sulit untuk secara terang- terangan mengemukakan pendapatnya terlebih oleh hukum- hukum yang terkait dengan batasan pers ataupun media dalam berbicara menyangkut petinggi atau pemerintahan negara dalam sistem politik. Di dalam komunikasi politik menyangkut pribadi atau tatanan dunia politik yang terkadang di temukan perdebatan yang tidak searah karena memang beberapa di antaranya perbedaan prinsip atau pendapat itu biasa, asal masih dalam batasan keadilan dalam etika berkomunikasi yang semestinya. Ketika dalam mengemukakan pendapat yang biasa kita temukan dalam debat- debat politik yang ada, terdapat konflik yang mungkin timbul karna perbedaan antara pendapat yang satu dengan lainnya. Semua masih wajar dan boleh di terima, jika hanya sebatas berteriak dan angkat kaki ke meja, tidak di perbolehkan dalam hal kekerasan.
                Adapun komponen komunikasi politik yang terkandung di dalamnya : Komunikator politik, adalah seseorang yang mampu berbicara tentang hal- hal politik. Tentunya ia ahli dalam hal yang memiliki kaitan dengan politik karena secara tidak langsung juga ia mengamati perkembangan dunia politik yang tengah berlangsung, sehingga dalam mengemukakan pendapat atau berkomunikasi (politik) tentunya sangat mengerti karna memang itu yang ia jalankan dalam kegiatan sehari- harinya. Memang ia tidak langsung terjun ke dalam dunia politik, namun ia cukup memiliki banyak pengetahuan sebagai komunikator politik yang benar dalam berkomunikasi. Lalu, komponen kedua dalam komunikasi politik adalah pesan politik yang merupakan menyangkut pesan politik, menyangkut pembicaraan dan aneka informasi politik tentang kekuasaan, pengaruhnya dalam masyarakat. Hal ini berkaitan dengan pesan politik yang secara gamblang dalam komunikasi politik itu sendiri yang berkaitan dengan ilmu pemerintahan yang tercipta dalam penyesuaian politik itu, seperti contohnya pesan mengenai anjuran untuk ikut pemilu yang memang di ciptakan untuk rakyat yang berdemokrasi. Pesan politik ini juga harus mampu mempengaruhi sistem politik yang ada, karna ini erat kaitannya dengan apa yang memang harus di sampaikan ke khalayak ramai, dan untuk menyampaikan hal tersebut adalah orang yang ahli dalam menyampaikan pesan politik yaitu adalah komunikator politik yang telah di bahas di atas.
Komponen ketiga, adalah media komunikasi politik yaitu secara umum adalah alat untuk mengirimkan pesan- pesan politik. Ini seperti media yang di jalankan dalam pemilu ataupun pemilihan orang- orang penting, seperti pemilihan gubernur, bupati, atau yang lainnya. Melalui media komunikasi, dapat dengan mudah terjangkau seluruh masyarakat yang ikut andil dalam pemilihan tersebut. Karena lewat media komunikasi berupa iklan- iklan di televisi, radio, koran, dan media cetak lainnya, dapat terakses seluruh informasi tentang politik yang memiliki kaitan dengan negara pemerintahan. Dan sekarang tidak hanya melalui media cetak, namun juga telah merambah ke dunia maya atau yang di sebut internet. Ini lebih cepat walaupun keakuratan suatu informasi atau kepastian apa yng di akses melalui situs internet masih sangat minim, mengingat apa yang dapat di akses melalui internet sangat cepat dalam waktu kapan pun, dan di mana pun. Komponen keempat, adalah khlayak komunikasi politik. Ini berbicara tentang bagaimana khalayak komunikasi politik dapat di bentuk melalui opini publik. Opini publik sendiri tercipta melalui masyarakat yang mengikuti perkembangan arus dunia politik dan perkembangannya. Karna dalam dunia politik tidak hanya di konsumsi oleh pakar politik atau orang yang bergelut dalam dunia politik, namun juga masyarakat yang mengikuti perkembangan politik. Komponen kelima adalah komponen terakhir, yaitu dampak komunikasi dalam politik, yaitu konsekuensi dari sosialisasi politik. Seperti telah di bahas di atas tadi, adanya kemungkinan- kemungkinan mengenai perbedaan pendapat dalam dunia politik, untuk itu perselisihan yang mungkin terjadi telah membuat sosialisasi antara kehidupan politik tersebut. Bersosialisasi memang baik, tapi dalam perjalanannya kadang memang membuat perdebatan tiada hentinya, namun dapat di lihat kembali bahwa di dalam perbedaan yang ada justru permasalahan menjadi ada bahasannya, di mulai dari saling mengemukakan pendapat lalu di temukan solusinya.
Pembangunan dalam pemerintahan adalah sesuatu yang memang terus memiliki kemajuan dari tahap ke tahap, tentunya dengan melalui proses. Inovasi- inovasi yang terjadi di mulai dari pemerintahannya sampai pada alat- alat dan orang- orang yang berperan untuk memajukan pembangunan tersebut. Orang- orang yang berperan tersebut tentunya tidak lepas dari media yang mendukung dan membantu mereka dalam memajukan pembangunan baik dari segi pemerintahan, maupun politik. Sehingga dalam memajukan suatu pembangunan dalam bidang apapun, di harapkan datangnya dari semua pihak, tidak hanya melalui pihak yang berperan dalam pembangunan namun masyarakat juga ikut berperan aktif. Karena adapun media massa yang menunjang kegiatan pembangunan seperti TV dan radio. Di harapkan melalui media tersebut, masyarakat dapat memusatkan perhatian mereka terhadap perubahan yang harus tercipta. Dan ada kalanya melalui media massa, khalayak mampu ikut berpartisipasi dengan informasi- informasi yang datang dari media massa tersebut. Karena pembangunan cenderung maju kearah modernisasi, maka segala transmisi di ciptakan untuk mendorong masyarakat ke arah yang lebih maju.
Tentu banyak segi negatif dari perubahan modernisasi tersebut, namun jika kita melihat bahwa perubahan ke arah yang lebih baik akan tercipta, maka kita pasti akan berusaha untuk membuat perubahan dan inovasi tertentu sehingga pemerintahan tidak kalah dengan pemerintahan negara lain. Menciptakan negara yang mampu bersaing demi kesejahteraan dari kemajuan pembangunan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar