Rabu, 21 April 2010

Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia saat ini sudah menjadi Ibu Bahasa negara kita, bahasa tidak hanya kita ketahui sebagai alat komunikasi saja, tetapi kita juga harus mengetahui sejarah bahasa Indonesia yang berkembang dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia. Dibawah ini kami akan membahas perkembangan Bahasa Indonesia dari abad ke abad.
Perkembangan dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia sudah menjadi perkembangan yang cukup signifikan, dapat kita lihat bahwa Bahasa Melayu berkembang dari Bahasa Melayu Purba ,Bahasa Melayu Kuno (zaman Sriwijaya, abad 4 – abad 14),Bahasa Melayu Klasik (abad 14 – abad 18), Bahasa Melayu Peralihan (abad 19), Bahasa Melayu Baru (abad 20), Bahasa Melayu Modern (Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia), Menjadi bahasa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Perkembangan dari Bahasa Melayu ke Bahasa Indonesia berkembang dari Ragam Bahasa Melayu, yaitu : Melayu Riau Johor, Melayu Betawi , Melayu Cina , Melayu Manado, Melayu Maluku, Melayu Balai Pustaka, Pujangga Baru, dan sebagainya
Sejarah Bahasa Melayu Kuno terdapat pada prasasti-prasasti yang ditemukan di berbagai tempat dalam kurun waktu yang berbeda, seperti : Prasasti Kedukan Bukit (Palembang, 16 Juni 682), Prasasti Talang Tuwo (Palembang, 23 Maret 684), Prasasti Kota Kapur (Bangka, 28 Februari 686), Prasasti Karang Brahi (Jambi, tahun 692), Prasasti Telaga Batu (Palembang, abad ke-7), Prasasti Palas Pasemah (Lampung Selatan, abad ke-7), Prasasti Sojomerto (Pekalongan, abad ke-7), Prasasti Manjucrighra (Klaten, 6 November 792), Prasasti Kayumwungun (Temanggung, tahun 824), Prasasti Sang Hyang Wintang I (Gandasuli ,Temanggung, Jawa Tengah, tahun 832), Prasasti Sang Hyang Wintang II (Gandasuli ,Temanggung, Jawa Tengah), Prasasti Dampu Hawang Glis (Gandasuli, Temanggung, Jawa Tengah), Prasasti Laguna (Manila, tahun 900, tidak lengkap), Prasasti Hujung Langit (Lampung, tahun 997), Prasasti Bukateja (Purbalingga, Jawa Tengah), Prasasti Dewa Drabya (Dieng, Jawa Tengah), Prasati Kedonganan (Bali), Prasasti Loloan (Bali), Prasasti Trangganu (Terengganu tahun 1326 atau 1386), Prasasti Pagar Ruyung (tahun 1356), Nisan Minye Tujuh (Aceh, tahun 1380), Prasasti Kebon Kopi (Bogor, Jawa Barat), Prasasti Jebung (Lampung), Prasasti Padang Roco (Sumatra Barat), Prasasti Bukit Gombak (Sumatra Barat)
Ditemukan juga Aksara dalam Tulisan yang ditulis melalui Melayu Kuno ditulis dalam aksara Palawa dan Dewanagari , Melayu Klasik ditulis dalam aksara Jawi (modifikasi Arab), Melayu Peralihan dan kemudian ditulis dalam aksara Latin, Aksara Latin menurut ejaan Bahasa Belanda (Indonesia), Aksara Latin menurut ejaan Bahasa Inggris (Malaysia)

Dalam perkembangan Bahasa Melayu kuno terdapat beberapa Ciri Bahasa Melayu Kuno yang membuat bahasa Indonesia berbeda dengan bahasa-bahasa lainnya, seperti :
• Aksara b sekarang, dulu berupa v (di antara v dan w)
• Tidak ada lafal e (berbentuk a atau o)
• Awalan di-, dulu berupa ni-
• Awalam me-, dulu berupa ma-
• Awalam ber-, dulu berupa mar-
• Akhiran –nya, dulu berupa –na
• Ada kalanya –nya-, dulu –na- (vanakna)

Dari semua perkembangan Bahasa Indonesia dari abad ke abad dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia ternyata patut diacungi jempol karena memiliki keunikannya sendiri, melalui perkembangan-perkembangannya yang ditemukan melalui berbagai prasasti, aksara dalam tulisan, ciri khas bahasa Melayu Kuno dan sebagainya. Hal ini membuat kami sadar betapa kami kagum dan bangga menjadi warga Negara Indonesia yang dapat menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari kami.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar