Rabu, 21 April 2010

- Perbedaan Gender

SEKS: istilah untuk mnyebut atribut biologis yang menjadikan seseorang itu pria atau wanita

Gender : pembedaan psikologis yang mencakup pengertian akan sifat / ciri kewanitaan dan kepriaan (feminitas dan maskulinitas)

PERAN GENDER:peran, pola dasar untuk bertindak yang telah ditentukan oleh lingkungan sosial budaya dimana seseorang berada, sesuai jenis kelaminnya, sering bersifat stereotip.

Maskulin VS Feminim dalam cara berkomunikasi.
Komunikasi nonverbal terdiri atas semua unsur komunikasi, kecuali kata-kata, meliputi simbol, atau tanda-tanda visual (gesture atau gerakan, keragaan), features vocal (intonasi, volume serta tinggi rendahnya suara), serta faktor-faktor lingkungan (seperti penggunaan ruang/spatial dan posisi) yang mempengaruhi makna komunikasi.

Seperti halnya bahasa, komunikasi nonverbal dipelajari melalui interaksi dengan yang lainnya, merefleksikan dan memperkuat pandangan-pandangan sosial tentang gender serta mendorong orang-orang untuk menyatakan mereka sendiri ke dalam gaya feminin dan maskulin.


Karakteristik kepribadian dan perilaku yang terbukti menunjukkan adanya perbedaan gender adalah:
-agresivitas
-kepercayaan diri

Aspek yanga meneunjukkan sedikit perbedaan Gender:
-aktifitas
-kecemasan
-mempengaruhi
-empati

Aspek sosial tidak terbukti menunjukkan perbedan gender
Terlalu memfokus pada perbedaan gender,berbahaya jika kita mulai berpikir bahwa pria dan wanita mempunyai perbedaan kepribadian yang menyeluruh.



Adapun pembicaraan perempuan yang membedakan karakter mereka:
1. Ditandai apologis.
2. Pernyataan tidak langsung.
3. Pertanyaan yang minta persetujuan
4. Mengkualifikasikan.
5. Perintah yang sopan.
6. Menggunakan istilah color.
7. Cenderung menghindari bahasa vulgar.
8. Sedikit berbicara, banyak mendengarkan.

Adanya tiga pola perbedaan antara perempuan dan laki-laki sebagai berikut:

a) ada lebih banyak persamaan antara laki-laki dan perempuan dari pada perbedaannya.

b) ada variabilitas yang besar berkenaan gaya komunikasi antara laki dan perempuan. Feminis vs maskulinitas.

c) sex adalah fakta, gender sebagai gagasan.


Perbedaan-perbedaan komunikasi antara perempuan dan laki- laki itu terletak pada:

• Kecenderungan feminis versus maskulin, hal ini harus dipandang sebagai dua dialek yang berbeda: antara superior dan inverior dalam pembicaraan. Komunitas feminis – untuk membangun relationship; menunjukkan responsif. Komunitas maskulin – menyelesaikan tugas; menyatakan diri; mendapatkan kekuasaan.

• Perempuan berhasrat pada koneksi versus laki-laki berhasrat untuk status. Koneksi berhubungan erat dengan kedekatan, status berhubungan erat dengan kekuasaan (power).

• Raport talk versus report talk. Perbedaan budaya linguistik berperan dalam menstruktur kontak verbal antara laki-laki dan perempuan. Raport talk adalah istilah yang digunakan untuk menilai obrolan perempuan yang cenderung terkesan simpatik. Report talk adalah istilah yang digunakan menilai obrolan laki-laki yang cenderung apa adanya, pokoknya sampai. Berkenaan dengan kedua nilai ini.
Perbedaan cara berkomunikasi:
a. Publik speaking versus private speaking, dalam kategori ini diketemukan bahwa perempuan lebih banyak bicara pada pembicaraan pribadi. Sedangkan laki-laki lebih banyak terlibat pembicaraan publik, laki-laki menggunakan pembicaraan sebagai pernyataan fungsi perintah; menyampaikan informasi; meminta persetujuan.

b. Telling story, cerita-cerita menggambarkan harapan-harapan, kebutuhan-kebutuhan, dan nilai-nilai si pencerita. Pada kategori ini laki-laki lebih banyak bercerita dibanding perempuan-khususnya tentang guyonan. Cerita guyonan merupakan suatu cara maskulin menegoisasikan status.

c. Listening, perempuan cenderung menjaga pandangan, berguman sebagai penanda ia mendengarkan dan menyatakan kebersamaannya. Laki-laki dalam hal mendengarkan berusaha mengaburkan kesan itu- sebagai upaya menjaga statusnya.

d. Asking questions, ketika ingin bicara untuk menyela pembicara, perempuan terlebih dahulu mengungkapkan persetujuan. Tanent menyebutnya sebagai kooperatif-sebuah tanda raport simpatik daripada kompetitif. Pada laki-laki, interupsi dipandang oleh Tanent sebagai power-kekuasaan untuk mengendalikan pembicaraan. Dengan kata lain, pertanyaan dipakai oleh perempuan untuk memantapkan hubungan, juga untuk memperhalus ketidaksetujuan dengan pembicara, sedangkan laki-laki memakai kesempatan bertanya sebagai upaya untuk menjadikan pembicara jadi lemah.

e. Conflict, perempuan memandang konflik sebagai ancaman dan perlu dihindari. Laki-laki biasanya memulai konflik namun kurang suka memeliharanya.


Standpoint Theory (dari Sandra Harding dan Julia Wood).
Sandra harding dan Julia Wood sepakat bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai perspektif terpisah, dan mereka tidak memandangnya sebagai sesuatu yang setara.

Dalam hal ini perbedaan gender pada insting atau biologis atau intuisi, tetapi perbedaan itu sebagai hasil harapan-harapan budaya dan perlakuan kelompok dalam hal menerima kelompok yang lain. Budaya tidak dialami secara identik, budaya adalah aturan hirarkhi sehingga kelompok yang punya posisi cenderung menawarkan kekuasaan, kesempatan pada anggota-anggotanya. Dalam hal ini teori ini menyatakan bahwa perempuan terposisikan pada hirarkhi yang rendah dibanding posisi laki-laki.

Gender adalah sistem makna, sudut pandang melalui posisi dimana kebanyakan laki-laki dan perempuan dipisahkan secara lingkungan, material, simbolis.


Ada sejumlah hipotesis mengenai komunikasi perempuan berdasarkan beberapa temuan penelitian.

a) Perempuan lebih banyak mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri dibanding laki-laki.

b) Perempuan lebih mudah memahami makna laki-laki daripada laki-laki memahami makna perempuan.

c) Perempuan telah menciptakan cara-cara ekspresinya sendiri di luar sistem laki-laki yang dominan.

d) Perempuan cenderung untuk mengekspresikan lebih banyak ketidakpuasan tentang komunikasi dibanding laki-laki.

e) Perempuan seringkali berusaha untuk mengubah aturan-aturan komunikasi yang dominan dalam rangka menghindari atau menentang aturan-aturan konvensional.

f) Secara tradisional perempuan kurang menghasilkan kata-kata baru yang populer dalam masyarakat luas; konsekuensinya, mereka merasa tidak dianggap memiliki kontribusi terhadap bahasa.

g) Perempuan memiliki konsepsi humoris yang berbeda dari pada laki-laki

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar