Rabu, 21 April 2010

- Leadership dan Komunikasi

Leadership dan Komunikasi
Leadership adalah suatu kekuasaan untuk memimpin suatu organisasi/kelompok dengan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda sesuai dengan karakter dari setiap pribadi, ditujukan untuk mengarahkan kerja para anggota organisasi/kelompok agar dapat tetap fokus dan berkembang kepada tujuan inti / visi organisasi/kelompok tersebut.
Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam menjalankan leadership, tanpa adanya komunikasi yang baik, maka leadership akan cenderung passive, kaku, dan tidak bersahabat, sehingga memungkinkan terjadinya konflik akibat kurang komunikasi / salah paham satu sama lain.
Salah satu konsep leadership :
• Idealis : Soekarno
• Meluap – luap : Soeharto
• Pintar : Habibie
• Cuek : Gus Dur
• Retonka, intelektual : SBY
• Kebatinan : Megawati
• Friendship, manusiawi, aktivis : Obama
• Keras, tegas : PM Inggris (Margareth Hatcher)
Resonansi (yg dipakai dalam konteks kepemimpinan) = menggema
4 inti domain kecerdasan emosi dan kompetensi diri yg terkait
Kompetensi pribadi : kemampuan-kemampuan ini menentukan bagaimana kita mengelola diri kita sendiri
Kesadaran diri :
• Kesadaran diri emosi : membaca emosi diri sendiri dan mengenali dampaknya, menggunakan insting untuk menuntun keputusan
• Penilaian diri yg akurat
• Kepercayaan diri
• Pengelolaan diri :
 Kendali dalam emosi : mengendalikan emosi dan dorongan yg meledak-ledak
 Transparansi : menunjukkan kejujuran dan integritas, kelayakan untuk dipercaya
 Kemampuan menyesuaikan diri : kelenturan di dalam beradaptasi dengan perubahan situasi / mengatasi perubahan
 Pencapaian : dorongan untuk memperbaiki kinerja untuk memenuhi standar prestasi yg ditentukan oleh diri sendiri
 Inisiatif : kesiapan untuk bertindak dan menggunakan kesempatan
 Optimisme : melihat sisi positif suatu peristiwa
• Kompetensi sosial : kemampuan ini menentukan bagaimana kita mengelola hubungan
• Kesadaran sosial :
 Empati : merasakan emosi orang lain, memahami sudut pandang mereka dan berminat aktif pada kekhawatiran mereka
 Kesadaran organisasional : membaca apa yang terjadi, keputusan jaringan kerja dan poitik ditingkat organisasi
 Pelayanan : mengenali dan memenuhi kebutuhan pengikut klien / pelanggan
Pengelolaan relasi :
 Kepemimpinan yg menginspirasi, membimbing dan memotivasi dengan semangat
 Pengaruh : menguasai taktik
 Mengembangkan orang lain
 Kualitas perubahan : memprakarsai, mengelola
 Pengelolaan konflik
 Membangun ikatan
 Kerja kelompok dan kolaborasi : Kerjasama
Gaya kepemimpinan:
 Visioner :
 Bagaimana gaya ini membangun, menggerakan orang-orang ke arah impian bersama
 Dampak terhadap iklim emosi paling positif
 Kapan penggunaan yg tepat : ketika perubahan membutuhkan visi baru atau ketika dibutuhkan dgn jelas
 Pembimbing :
 Menghubungkan apa saja yg diinginkan seseorang dengan sasaran organisasi
 Iklim emosi sangat positif
 Ketika membantu karyawan memperbaiki kinerja dengan membangun kemampuan jangka panjang
 Afiliatif :
 Menciptakan harmoni
 Emosi sangat positif
 Ketika menengahi benturan dalam tim, memotivasi di saat-saat yg menekan atau menguatkan hubungan
 Demokratis:
 Menghargai masukan orang dan mendapat komitmen melalui partisipasi
 Iklim emosi positif
 Ketika membangun persetujuan atau kesepakatan atau mendapatkan masukan dari pegawai. Cth : kasus suster mary
 Penentu kecepatan :
 Menghadapi tantangan dan tujuan yg menarik
 Karena kadang digunakan secara buruk dampaknya sering negatif
 Ketika ingin mendapatkan hasil berkualitas tinggi dan tim yang bermotivasi kompeten
 Memerintah :
 Menenangkan rasa takut dengan memberi arah yg jelas di dalam keadaan darurat
 Karena kadang digunakan secara buruk dampaknya sering negatif
 Ketika saat kritis, untuk membangkitkan peruabahan arah atau pada pegawai yg bermasalah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar